oleh

Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Ledakan Petasan Saat Debat Pilpres

PortalMadura.Com, Jakarta – Polisi telah memeriksa 10 orang saksi terkait ledakan petasan di Senayan, Jakarta Pusat saat debat calon Presiden berlangsung pada Minggu malam.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan polisi masih memburu pelaku pelempar petasan tersebut.

“Kita cek siapa pelakunya, apakah petasan dilempar atau tidak. Sudah periksa 10 saksi, ada yang jualan, ada dari relawan (calon Presiden nomor urut) 01,” kata Argo di Jakarta, Senin.

Argo menuturkan tidak ada sisa material dari ledakan petasan itu berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara.

“Tidak ada material, hanya ada lubang sekitar 10 sampai 15 sentimeter,” kata dia. dilaporkan Anadolu Agency, Senin (18/2/2019).

Polisi juga memeriksa rekaman CCTV yang ada di sekitar area untuk mencari pelaku.

Rekaman CCTV milik pengelola Gelora Bung Karno menunjukkan ada sejumlah kendaraan yang melintas ketika ledakan terjadi.

Ledakan itu menyebabkan tujuh korban trauma dan pekak di telinga.

Ketujuh korban sempat dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo dan Rumah Sakit Pelni, Jakarta.

“Tidak ada luka luar pada korban. Sudah kami konfirmasi ke rumah sakit dan mereka sudah dibolehkan pulang hari ini,” kata Argo.

Argo menuturkan belum bisa menyimpulkan apakah tindakan ini merupakan teror atau sebatas iseng pelaku.

Polda Metro Jaya akan memperketat pengamanan pada perhelatan agenda Pilpres selanjutnya.

“TNI dan Polri akan mengamankan Jakarta sampai Pilpres selesai dan selanjutnya,” kata Argo.

Ledakan terjadi pada Minggu sekitar pukul 20.15 WIB di dekat area nonton bareng debat Pemilihan Presiden 2019 di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat.

Lokasi ledakan berdekatan dengan Hotel Sultan, tempat Debat Pilpres berlangsung.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Purnomo kemudian memastikan bahwa ledakan tersebut berasal dari petasan.


Anadolu Agency
Sumber: Anadolu Agency

Komentar