oleh

Pria Ini Keliling Indonesia Habiskan 33 Sepeda Ontel, Koleksi 3,5 Juta Tanda Tangan

PortalMadura.Com, Pamekasan – Ismail, warga Desa Cangko, Kecamatan Tukdano, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengelilingi Indonesia dengan menggunakan sepeda ontel. Menjadi petualang merupakan cita-citanya sejak dia duduk di bangku kelas IV Sekolah Dasar (SD).

Selasa (26/3/2019), pria berusia 51 tahun ini tiba di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dengan sepeda ontelnya lengkap dengan keranjang pada bagian depan dan diberi bendera merah putih di bagian belakang.

Loading...

Dia menuturkan, Kabupaten Pamekasan, Madura, merupakan daerah ke 299 kota/kabupaten yang ia kunjungi sejak memulai menjadi petualang pada tanggal 20 Juni tahun 1989. Daerah yang menjadi start kala itu adalah pulau Bali.

“Saya berpetualang mengelilingi Indonesia menggunakan sepeda, saya sudah menghabiskan 33 sepeda. Start-nya waktu itu di Bali kemudian ke NTT (Nusa Tenggara Timur), Timor Timor, Irian, Maluku, Sulawesi, Kalimantan dan pulau Sumatera,” katanya usai menyambangi kantor DPRD Pamekasan untuk meminta stempel sebagai bukti bahwa ia pernah sampai ke daerah tersebut.

Pria bertubuh gemuk ini mengaku, dirinya ingin tercatat di Guinnes Book off The World sebagai pengoleksi tanda tangan terbanyak di dunia. Dalam perjalanannya menjelajah Nusantara, ia telah mengoleksi sekitar 3,5 juta tanda tangan yang ditulis dalam buku pribadinya. Bahkan, dari jutaan tanda tangan itu ia telah menghabiskan 154 buku.

“Coba ini lihat, banyak tanda tangan dari berbagai instrumen di berbagai stakeholder di Indonesia. Rata-rata (pesannya, red) semoga sehat, hati-hati di jalan, apa yang dicita-citakan tercapai dan lain-lain,” terangnya.

Ismail bercerita sejumlah pengalamannya selama menjelajah Nusantara, mulai pengalaman manis hingga hal-hal tragis yang pernah menimpanya. Berbagai fenomena itu ia anggap sebagai pengalaman hidup untuk menjadi pelajaran di masa-masa yang akan datang.

“Ada yang ngasih tanah ke saya, ada yang ngasih benda pusaka, ngasih petuah, cindera mata dan lain-lain. Pengalaman saya yang paling seru, saya anggap itu bukan rintangan, saya pernah dihukum adat oleh suku Dani Papua Nugini, pernah juga disandera oleh kelompok separatis Timor Timor (sekarang negara Timor Leste, red) karena saya dicurigai mata-mata,” terangnya.

Pengalaman buruk lainnya adalah dirinya pernah terdampar di kepulauan Keke Kecil Maluku, kapal yang ia tumpangi tenggelam gara-gara menabrak batu karang. Tapi mujur, dirinya selamat bersama sang nahkoda kapal.

Baca Juga : Distribusi Logistik ke Kepulauan Sumenep Terancam Molor

“Cita-cita ingin menjelajah ini mulai kelas IV SD, masa hanya Gajah Mada yang bisa menaklukan Nusantara, saya juga bisa dengan cara saya, dan Gajah Mada menaklukkan Nusantara dengan cara dia,” katanya penuh semangat.

Petualangan Ismail ternyata sudah hampir selesai, karena sudah tinggal dua pulau, yakni pulau Madura dan pulau Bali sebagai start sekaligus finish dari petualangan menjelajah Nusantara selama 31 tahun. Kemungkinan tahun ini ia akan tampil di acara Kick Andy Metro TV dan acara Hitam Putih Trans TV sebagai akhir dari petualangannya.

Penulis : Marzukiy
Editor : Putri Kuzaifah

Komentar