oleh

Produksi Black Carbon Naik, Indonesia Hemat Rp1,5 Triliun per tahun

PortalMadura.Com – Indonesia menambah kapasitas produksi black carbon untuk bisa memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Menurut dia, PT Cabot yang merupakan satu-satunya produsen black carbon di Indonesia akan menambah produksinya dengan mendirikan pabrik di Cilegon, Banten.

Saat ini, kapasitas produksi PT Cabot mencapai mencapai 90.000 ton per tahun akan menambah kapasitas produksi carbon black hingga 80.000-90.000 ton per tahun lagi dan masterbatch sekitar 20.000 ton per tahun.

“Mereka menambah investasi di tanah air sekitar Rp1,4 triliun,” ujar Menteri Agus dalam siaran persnya.

Menurut dia, industri di tanah air masih sangat membutuhkan serat karbon hitam.

Dari kebutuhan 230 ribu ton per tahun, industri nasional baru bisa memenuhi kebutuhan permintaan sekitar 70 persen.

“Untuk memenuhi kebutuhan itu, kita harus impor dari China dan India,” ujar dia.

Black carbon biasanya digunakan sebagai penguat pada ban dan produk karet lainnya. Selain itu juga digunakan sebagai pigmen warna untuk plastik, cat dan tinta.

Menurut Menteri Agus kebutuhan black carbon di Indonesia dan Asia Tenggara naik sekitar 4-5 persen setiap tahunnya.

Loading...

“Jika sudah beroperasi, Indonesia akan mampu melakukan substitusi impor carbon black sebesar 90.000 ton per tahun dengan nilai Rp1,5 triliun per tahun,” ujar dia.

President of Reinforcement Materials Cabot Corporation Bart Kalkstein mengatakan, pihaknya berinvestasi sebesar USD100 juta untuk meningkatkan kapasitas produksi black carbon.

Perluasan fasilitas produksi di Cilegon ini merupakan bagian proyek peningkatan kapasitas dan debottlenecking global yang telah diumumkan pada Mei 2018.

Peningkatan kapasitas ini memungkinkan Cabot untuk mendukung pertumbuhan industri ban dan karet, serta karbon khusus di seluruh dunia.

Cabot telah mencatatkan perkembangan yang signifikan dalam mencapai tujuan peningkatan kapasitas produksi carbon black secara global sebesar 300 ribu metrik ton, dan akan mencapai target setelah proses commissioning dari fasilitas produksi baru ini.(*)


Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : Anadolu Agency


Berita PortalMadura
Loading...
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE