PortalMadura.com

Protes Wasit Saat Pertandingan, Ini Penjelasan Manajer Madura United

  • Selasa, 19 September 2017 | 11:13
Protes Wasit Saat Pertandingan, Ini Penjelasan Manajer Madura United
dok. Manajer Madura United, Haruna Soemitro

PortalMadura.Com, Pamekasan – Manajer Madura United, Haruna Soemitro menjelaskan alasan memprotes wasit pertandingan kala timnya duel dengam PS TNI di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (18/9/2017) malam.

Dikatakan, dirinya terpaksa melakukan protes terhadap wasit asing itu lantaran lambat dalam memberikan keputusan saat Guntur Ariyadi mendapatkan kartu merah setelah menerima kartu kuning kedua.

“Bahasa saya kemampuan wasit diragukan dalam memberikan contoh yang bagus untuk pertandingan. Salah satu yang saya lihat adalah lamanya memberikan keputusan ketika pelanggaran harus kartu merah, mestinya kalau kartu merah dua-duanya kartu merah. Penyebab Guntur melakukan pelanggaran itu ya karena ditekling dengan dua kaki,” jelasnya, Selasa (19/9/2017).

Dalam laga itu, Guntur Ariyadi dilanggar dengan cara diteklik dua kaki saat membawa bola oleh pemain PS TNI Erwin Ramdani. Tetapi, ada gerakan dari Guntur Ariyadi dengan menginjak pemain PS TNI tersebut. Hal itulah yang dianggap melakukan pelanggaran dan berbuah kartu merah. Tetapi, pemain PS TNI yang melakukan pelanggaran lebih awal tersebut lolos dari kartu.

Baca Juga:  Bayi Mungil Ditemukan Tak Bernyawa

Akibat peristiwa itu, Manajer Madura United langsung melakukan protes terhadap wasit lantaran dianggap hanya merugikan timnya. Wasit yang memimpin pertandingan tidak kunjung mengeluarkan keputusan karena harus konsultasi terlebih dahulu dengan asisten wasit.

Harijadi Bangkalan
Ads by portalmadura

“Kedua adalah faktor menyuruh saya keluar, lazimnya dalam role of the game dia mestinya ngasih kartu sama saya atau ngasih peringatan. Tidak tiba-tiba dia mengusir saya dari bench, tanpa ada sebab,” tegasnya.

“Penyebab saya protes itu karena saya ingin bertanya kepada wasit cadangan, apa yang kamu kasih saran kepada wasit, apa yang kamu berikan informasi kepada wasit, kenapa kamu berikan informasi yang seperti itu, sementara wasit sendiri tidak memberikan keputusan apa-apa. Karena itu saya protes seperti itu, kok malah saya yang dikeluarkan,” tambahnya.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan, "Tak Ada Program Bina Usaha"

Menurutnya, dirinya tidak melakukan kesalahan apa-apa pada pertandingan pekan ke 24 tersebut. Sebab, protes itu merupakan tugas dari sang manajer sepak bola apabila ditemukan sesuatu yang tidak memuaskan.

“Tugas saya di bench ya seperti itu, itu adalah bagian dari tugas manajer untuk mengadvokasi, melakukan perlindungan kepada pemain, menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Dia cukup menerangkan, menjelaskan kepada kita dengan cara komunikasi,” katanya menjelaskan.

Pada pertandingan itu, Madura United berhasil memenangi pertandingan dengan skor 3-2. Tiga gol ini diciptakan oleh Bayu Gatra Sanggiawan, Munhar dan Dane Milovanovic. Kemenangan ini memperlebar jarak dengan Persija Jakarta dengan torehan 42 poin dan Persija 39 poin.

“Terkait dengan saya dikeluarkan dari bench, saya katakan itu adalah ketikdakmampuan dari penyelenggara pertandingan. Petugas pertandingan waktu itu yang tidak kapabel dalam mengambil keputusan,” pungkasnya. (Marzukiy/har)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional