oleh

Proyek Jalan ‘Titipan’ Anggota DPRD asal Demokrat Sumenep Ditolak Warga

PortalMadura.Com, Sumenep – Pembangunan jalan di Desa Tambaagung Timur, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ditolak warga.

Proyek senilai Rp50 juta yang bersumber dari APBD II 2018 itu, tidak masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrembangdes) dan dikhawatirkan tumpang tindih dengan program lain.

“Kami menolaknya, karena saat Musrembangdes dan Musrembangcam tidak ada pengajuan pembangunan jalan itu. Dilokasi itu telah diajukan ke provinsi. Informasinya tahun ini juga dapat. Insyaallah pekerjaannya akan dimulai pada bulan November 2018,” kata Kepala Desa Tambaagung Timur, Matsahes, Kamis (16/8/2018).

Pembangunan infrastruktur jalan tersebut disinyalir merupakan titipan salah satu anggota DPRD setempat dari Daerah Pemilihan (Dapil IV).

Pekerjaan tersebut diduga menyerobot lokasi. Sebab, informasinya, lokasi yang diajukan anggota dewan itu berada di desa lain.

Loading...

“Yang diajukan untuk pembangunan yang dibiayai APBD II ini sebenarnya di Desa Tambaagung Ares, tapi bahannya diletakkan di Desa Tambaagung Timur,” ucapnya.

Terpisah, anggota DPRD Sumenep dari Dapil IV, Indra Wahyudi membenarkan adanya penolakan pembangunan jalan tersebut oleh warga dan Kadesnya.

“Saya sudah dapat informasi dari Dinas PU Bina Marga, katanya ditolak oleh Kades karena telah diajukan ke provinsi,” jelas Indra saat dikonfirmasi.

Politisi Partai Demokrat ini membenarkan proyek tersebut merupakan usulan dirinya saat pembahasan APBD 2018.

Diusulkannya perbaikan karena kondisi jalan yang menghubungkan Desa Tambaagung Timur menuju Desa Tambaagung Ares dan Desa Bukabu itu rusak parah.

“Awalnya kami melihat kondisi jalan yang sangat rusak parah, makanya kami usulkan perbaikannya,” dalih Indra.

Saat ini terdapat 8 tumpukan batu cor dan sekitar satu setengah truk pasir serta aspal.

Material tersebut untuk perbaikan jalan sepanjang 300 meter. Akibat ada penolakan, maka pekerjaan jalan tersebut terancam dihentikan.(Arifin/Nurul)



Komentar