oleh

PSU Pilbup Sampang, Komisi II DPR RI Mengkhawatirkan Hal Ini

PortalMadura.Com, Sumenep – Komisi II DPR RI Achmad Baidowi mengkhawatirkan rendahnya angka partisipasi pemilih pada pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

“Partisipasi masyarakat yang kita khatirkan, karena kita lihat gelagat di PSU Sampang belum terasa. Saya tidak tau apakah menunjukkan apatisme masyarakat dan capek ikut pemilihan yang berulang-ulang,” kata Achmad Baidowi pada PortalMadura.Com, usai mengisi sosialisasi UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu di Sumenep, Rabu (24/10/2018).

Hasil monitoring yang dilakukan Komisi II, penyebaran alat peraga nyaris tidak ada. Tim-tim dilapangan tidak bergerak semeriah pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tanggal 27 Juni 2018.

“Kalau misalnya partisipasi dibawa 50 persen, ini kacau. Seperti halnya terjadi di Medan. Tapi itu ya tetap sah sebagai hasil Pemilu,” terangnya.

Pihaknya berharap, mudah-mudah angka partisipasi tetap diatas 50 persen supaya siapapun yang terpilih, lebih memiliki legalitas yang cukup kuat.

Loading...

“Saya harapkan, dibalik tidak berdenyutnya gelagat di masyarakat itu, tidak berpengaruh pada peningkatan angka golput,” ucapnya.

Pria yang juga sempat menggeluti dunia kejurnalistikan ini berharap, penyelenggaraan Pemilu yang selalu menyisahkan masalah tidak terjadi lagi di wilayah lain di Indonesia.

“Cukuplah di Sampang saja yang menjadi terakhir kalinya. Sebab, setiap Pemilu selalu menyisahkan persoalan,” katanya.

Pihaknya tidak mengetahui apakah sudah menjadi sebuah budaya politik di Sampang. “Kalau itu budaya kan bisa diubah melalui pembinaan dan pendidikan politik,” tandasnya.

Politisi PPP ini menyebutkan, persoalan yang muncul ke publik adalah daftar pemilih tetap (DPT).

Sedangkan untuk DPT PSU Pilbup yang akan digelar Sabtu 27 Oktober 2018 sudah clear dan diterima oleh semua pihak pada proses uji publik. Jumlah DPTHP PSU Pilbup Sampang mencapai 767.032.

Pihaknya juga telah memantau kesiapan aparat keamanan yang melibatkan semua unsur. “Petugas keamanan, seperti Brimob dari luar Madura yang diperbantukan sudah mulai masuk ke desa-desa,” pungkasnya.(Hartono)



Komentar