oleh

PT Garam Memastikan Tak Mampu Serap Garam Rakyat Sampang

PortalMadura.Com, Sampang – Pihak PT Garam memastikan tidak mampu untuk menyerap keseluruhan garam rakyat Sampang, Madura, Jawa Timur.

Diperkirakan hanya mampu menyerap sekitar 15-16 persen dari total produksi garam rakyat disana yang kisarannya mencapai 350 ribu ton.

Ketua Tim Penyerapan PT Garam persero, Samsul Bahri mengungkapkan, meski PT Garam mempunyai dana Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp300 miliar, tidak hanya untuk Kabupaten Sampang.

“Dana PMN sebesar Rp206 miliar itu untuk menyeraap 400 ribu ton garam. Dan itu untuk seluruh Indonesia pak. Jadi, kewajiban kita membeli bukan hanya di Madura saja,” terangnya, Jumat (8/4/2016).

Samsul menjelaskan dari 400 ribun ton anggaran alokasi penyerapan garam dari petani, Kabupaten Sampang mendapatkan kuota paling tinggi skala nasional yaitu kurang lebih 60 ribu ton.

“Sampang sendiri mendapatkan kuota paling besar secara nasional karena memang volume produksi terbesar garam di Sampang,” ujarnya.

Loading...

Ia menambahkan, jika dilihat dari hasil produksi garam di Sampang pada tahun 2015 yang mencapai 350 ribu ton, persentase garam petani sampang yang bisa diserap PT Garam persero dengan menggunakan dana PMN sekitar 15-16% dari hasil produksi tersebut.

“Kalau dilihat hasil panen tahun sebelumnya kita hanya bisa menyerap sekitar 15-16% nya,” tegasnya.

Namun, Samsul Bahri enggan membeberkan berapa patokan harga yang bakal dimainkan oleh PT Garam untuk menyerap garam para patani.

“Tidak ada, tidak ada mas, penyerapan garam sekarang kan berbeda dengan jamannya stoknas, kalau stoknas ditentukan pemerintah, kalau pemerintah menentukan KW1 harganya 100, ya pasti tetap seratus,” ungkapnya.

Untuk menentukan patokan harga garam yang bakal ditawarkan ke petani garam kata Samsul Bahri, pihaknya akan membandingkan harga yang ditawar oleh kompetitor maupun harga pasaran.

“Yang jelas kita usahakan tidak akan merugikan saudara-saudara kita,” pungkasnya.(lora/har)




Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar