PortalMadura.com– Qarabag FK siap menjamu Eintracht Frankfurt dalam laga krusial fase liga UEFA Champions League di Stadion Tofiq Bahramov Republican, Baku, Rabu (22/1). Pertandingan ini menjadi penentu bagi kedua tim yang berjuang memperbaiki posisi menjelang akhir fase grup kompetisi elite Eropa tersebut.
Qarabag, yang kini menempati peringkat ke-22 dengan tujuh poin dari enam laga, masih berpeluang finis di 24 besar—syarat otomatis lolos ke babak gugur. Sementara itu, Eintracht Frankfurt terpuruk di posisi ke-30 dengan hanya empat poin dan berada di luar zona kualifikasi, memperparah tekanan setelah pemecatan pelatih kepala Dino Toppmoller pada Minggu (19/1).
Tim asuhan Qurban Qurbanov tampil impresif sepanjang kampanye Liga Champions musim ini. Mereka mencatatkan dua kemenangan—termasuk kemenangan sensasional atas SL Benfica di Lisbon dan FC Copenhagen di kandang—serta sekali imbang melawan Chelsea. Gaya bermain mereka yang mengandalkan penguasaan bola dan lebar serangan telah menghasilkan 14 gol dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi, meski kerap meninggalkan celah di lini belakang.
Sebaliknya, Frankfurt tengah dilanda krisis. Selain performa buruk di Eropa—termasuk kekalahan telak 5-1 dari Liverpool dan Atletico Madrid—mereka hanya mengumpulkan dua poin sejak awal 2026 di semua ajang. Kondisi ini memicu keputusan manajemen untuk memecat Toppmoller, dan kini kendali sementara dipegang oleh pelatih tim U-21 Dennis Schmitt serta pelatih U-19 Alexander Meier.
Dari sisi skuad, Qarabag hampir lengkap. Satu-satunya absen jangka panjang adalah gelandang Kady Borges yang cedera fibula. Namun, bek Matheus Silva dan Kevin Medina harus waspada karena masing-masing hanya butuh satu kartu kuning lagi untuk absen di laga terakhir melawan Liverpool.
Frankfurt datang dengan daftar cedera panjang. Jonathan Burkardt (cedera betis), Timothy Chandler (pergelangan kaki), Elias Baum (cedera ligamen), Hugo Larsson, Mario Götze (sakit), dan Rasmus Kristensen dipastikan tidak tersedia. Situasi ini semakin mempersulit upaya mereka meraih poin di Baku.
Secara historis, kedua tim pernah bertemu di babak kualifikasi Liga Europa 2013, dengan Frankfurt menang agregat 4-1. Namun, kondisi kini sangat berbeda: Qarabag tampil percaya diri di kandang, sementara Frankfurt sedang dalam masa transisi.
Mengacu pada tren performa, motivasi tuan rumah, dan ketidakstabilan tamu, Qarabag diprediksi unggul tipis 2-1. Laga ini bukan hanya soal tiga poin, tapi juga harga diri dan arah masa depan kedua klub di panggung Eropa.





