PortalMadura.com

Radikalisme Jebakan Untuk Umat Islam dan Sumenep Juga Berpotensi

  • Senin, 21 Mei 2018 | 23:05
Radikalisme Jebakan Untuk Umat Islam dan Sumenep Juga Berpotensi
Muxls Handsome (foto. Istimewa)

PortalMadura.Com – Usai salat tarawih, Senin (21/5/2018), Redaksi PortalMadura.Com mendapatkan serentetan catatan dari seseorang yang menamakan dirinya Muxls Handsome.

Dalam catatan kecilnya itu, soal radikalisme dan peristiwa bom bunuh diri yang baru-baru ini terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Cukup menarik dan layak untuk disikapi bersama, karena ada delapan (8) kabupaten/ kota yang berpotensi berkembangnya radikalisme di Jawa Timur. Salah satunya, di wilayah hukum Sumenep.

Catatan Muxls Handsome

Jauh sebelum adanya peristiwa aksi radikal bom bunuh diri di Surabaya beberapa waktu lalu (13/5/2018), saya dan rekan saya pernah membicarakan masalah radikalisme ini dengan ketua FKPT (Forum Komunikasi Penanggulangan Teroris) Jawa Timur, Dr. Soubar Isman dan ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jawa Timur, KH. Abdussomad Bukhori pada tahun 2016.

Dari perbincangan tersebut, baik Kiai Abdussomad maupun bapak Soubar, menentang keras aksi radikalisme ini dalam bentuk apapun. Apalagi seperti aksi yang dilancarkan oleh orang-orang yang mengatakan bahwa tindakan radikal tersebut merupakan bentuk jihad.

Saat sesi wawancara berlangsung, Dr. Soubar Isman, mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian Jawa Timur merupakan daerah yang sangat berpotensi akan munculnya kelompok radikal terorisme. Itu menurutnya bisa dilihat dari daftar kegiatannya seperti, memberi informasi dan doktrin ajaran radikalisme.

Dari hasil penelitian tersebut, FKPT yang merupakan kepanjangan tangan dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris), dua tahun sebelum adanya aksi bom bunuh diri di Surabaya beberapa waktu lalu, sudah mencium bahwa Jawa Timur sangat berpotensi akan tumbuhnya paham radikal.



Dari penelitian tersebut, ketua FKPT Jawa Timur mengambil kesimpulan, bahwa ada delapan kabupaten/kota yang sangat berpotensi akan terjadinya radikalisme yang identik dengan aksi yang dilancarkan teroris.

Delapan kabupaten/kota di atas sebagai berikut ; Sidoarjo, Malang Kabupaten Kota, Blitar, Tulungagung, Sumenep, Pasuruan, Banyuangi, dan Lamongan.

Saat ditanya apakah FKPT punya langkah preventif untuk membendung gerakan kelompok-kelompok ekstrim-radikal di Jawa Timur? Dr. Soubar Isman mengatakan, bahwa FKPT sifatnya hanya melaksanakan program-program BNPT. Yang bisa dilakukan FKPT hanya sebatas mengajak masyarakat untuk sama-sama berperan mencegah radikal-terorisme.

Sementara ketua MUI Jawa Timur, KH. Abdussomad Bukhori, mengecam keras setiap aksi radikal-terorisme. Menurutnya, radikalisme ini merupakan jebakan untuk umat Islam.

Aksi radikal itu menurutnya disebabkan oleh ketidakadilan global, kerakusan negara super power untuk menguasai aset-aset negara lain.

“Faktor kekerasan itu sebenarnya banyak, kemiskinan dan pemicu juga,” ucapnya.

Menanggapi setiap aksi radikal-terorisme, Kiai Abdussomad menghukumi HARAM.

“MUI sebenarnya sudah mengeluarkan fatwa, terorisme itu haram,” tegasnya.

Menurutnya, bentuk jihad di negara dalam suasana al-Islah (damai) seperti Indonesia tidak selalu harus dengan perang. Tapi jihad yang mengandung makna perang itu ketika kita diperangi.

Ia berpesan, kalimat radikal-terorisme itu jangan sampai menyudutkan Islam. Karena sekarang ini, orang-orang kalau sudah bicara soal radikal-terorisme seolah-olah hubungannya dengan umat Islam, padahal TIDAK.

“Terus terang saja, negara terbesar menghabisi negara di Timur Tengah (Libya, Irak) itu sebenarnya radikal juga. Termasuk Israel yang menghancurkan Palestina,” jelasnya.(*)

Loading...
Advertisement
banner300x250

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional