oleh

Ramadan Bukan Alasan untuk Bermalas-malasan

Oleh : Nur Azizah
(Mahasiswi IAIN Madura)

Fakta, Tidak hanya siswa yang minta diliburkan ketika Ramadan

PortalMadura.Com, Pamekasan – Aktivitas di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura nyatanya tidak pernah reda sekalipun Ramadan tiba.

Perkuliahan masih saja berlangsung sejak bulan Februari kemarin hingga saat ini, Sabtu (11/5/2019). Benar saja jika mahasiswanya yang berasal dari luar kota Pamekasan masih sering merengek meminta libur. Karena bagi mereka, Ramadan adalah moment bersama keluarga.

Namun, tidak ada alasan untuk memungkiri kalender akademik perkuliahan sekalipun Kegiatan Belajar Mengajarnya harus berlangsung di bulan suci Ramadan hingga menjelang lebaran.

Hal ini selaras dengan ungkapan salah satu mahasiswi IAIN Madura yang berinisial A berasal dari kota Sumenep, “Cuaca di bulan Ramadan kadang mengefekkan kemalasan untuk kuliah. Terlebih ketika masuk pada siang hari, akan tetapi bagaimana lagi jika ketetapannya sudah begini?. Ya, ambil sisi positifnya saja lah, lagi pula menghadiri majelis ilmu juga ibadah. Kan ibadah tidak hanya salat dan membaca Alquran,” ujarnya.

Jelas, terkesan banyak mahasiswa yang ngekost, ngontrak, bahkan tinggal di asrama sekitar kampus pun mengeluh. Hal ini memanglah tidak jarang bagi mahasiswa yang mungkin sudah terbilang semester tinggi, karena tahun lalu bahkan tahun-tahun sebelumnya Ramadan bukanlah sebuah alasan untuk terus di liburkan.

Namun, sejalan dengan ungkapan salah satu mahasiswi berinisial N yang berasal dari kota Sampang, ia mengatakan, tahun ini beda dari biasanya. Biasanya Ramadan itu sudah persiapan UAS. “Ya, kalau tidak awal Ramadan pasti pertengahan Ramadan. Dan tahun ini untuk UAS masih nunggu setelah lebaran. Jadi setelah lebaran harus balik lagi ke kontrakan,” katanya.

Loading...

Kekaguman terjadi pada giatnya mahasiswa IAIN Madura di bulan Ramadan. Mereka memang mengeluh, namun pada peraturan mereka masih tetap patuh. Jelas tidak asyik, tapi sama sekali mereka tidak mengkritik.

Berbicara tentang Ramadan, dalam kitab Durratun Nasihin disebutkan hadis bersumber dari Anas bin Malik radliyallahu’anh, dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam yang bersabda, “Barangsiapa hadir di majelis ilmu pada bulan Ramadan maka Allah menulis bagi orang tersebut tiap-tiap jangkahan kakinya sebagai ibadah satu tahun”.

Keistimewaan ini terjadi di kampus IAIN Madura. Perkualihan yang tetap berjalan selama menjelang Ramadan. Karena jelas, beberapa faktor yang tidak memungkinkan kampus ini untuk libur. Pertama, karena kampus IAIN berstatus Negeri. Jadi beda dengan kampus dalam pesantren yang meliburkan perkuliahan selama Ramadan. Kedua, karena dalam kalender akademik belum waktunya untuk liburan. Dua kemungkinan ini masih terkesan wajar bagi mahasiswa yang memang sudah semester tinggi, namun sebaliknya bagi mahasiswa baru yang biasa disebut dengan istilah MABA.

Hampir segala aktivitas yang berkenaan di bulan Ramadan memang sekali-kali mengefekkan kemalasan. Akan tetapi hal-hal baik semacam mengaji, salat, puasa, sedekah, hadir di majelis ilmu, bahkan tidur sekalipun dapat dikatakan ibadah dengan pahala yang dilipatgandakan.

Pernyataan ini di kutip dari beberapa hadis dho’if (hadis lemah) yang menjelaskan bahwa amalan di bulan Ramadan itu akan berlipat-lipat pahalanya. Hadis dho’if tersebut masih tercakup dalam hadis shahih riwayat Tirmidzi.

Berlipatnya pahala amalan di bulan Ramadan ini mutlak untuk amalan apa saja sebagaimana diterangkan oleh Syaikh Ibrahim Ar Ruhaili dalam kitabnya Tajridul Ittiba’.

Pada kenyataannya, Syahrun Mubarok ini tidaklah dijadikan alasan untuk meninggalkan banyak-banyak aktivitas. Sekalipun tidur di maksud ibadah, namun terdapat banyak ibadah yang lebih layak untuk kita kerjakan yang di antaranya adalah dengan meghadiri majelis ilmu.(*)


Nur Azizah
Editor : Nurul Hijriyah
whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar