oleh

Rangkaian Bom Guncang Zona Perdagangan Utama Myanmar

PortalMadura.Com, Myanmar – Myanmar kembali diguncang ledakan bom di dekat zona perdagangan utama, di perbatasan timur laut Myanmar dengan Tiongkok, pada Senin (26/2/2018).

Insiden pengeboman ini adalah yang ketiga kalinya dalam lima hari terakhir. Setidaknya dua orang tewas dan satu lainnya luka-luka.

Loading...

Menurut seorang pejabat senior kepolisian di negara bagian Shan, tiga bom telah meledak di Muse, kota perdagangan besar di sepanjang perbatasan Myanmar – Tiongkok, pada Minggu malam.

“Ledakan tersebut telah menyebabkan kerusakan ringan. Penyelidikan masih terus berlangsung apakah ledakan tersebut berkaitan dengan dua ledakan sebelumnya, namun kelompok pemberontak etnis diyakini bertanggung jawab atas serangan tersebut,” jelas dia.

Ada beberapa kelompok pemberontak bersenjata etnis yang aktif di Shan. Aliansi Utara – sebuah perkumpulan Tentara Independen Kachin (KIA), Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA), Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA) dan Tentara Arakan (AA) – menyerang pos-pos pemeriksaan militer, pos polisi, dan 105th Mile Trade Zone di Muse, Shan, pada November 2016.

Namun tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangkaian ledakan dalam beberapa hari terakhir tersebut.

Sebuah ledakan di sebuah bank daerah di kota Lashio, Shan, pada Rabu lalu, telah menewaskan seorang staf wanita dan melukai 22 lainnya.

Beberapa hari setelah insiden tersebut, pada Sabtu, seorang polisi terluka akibat ledakan di Sittwe, ibu kota negara bagian Rakhine barat.

Polisi juga menemukan tiga bom lain yang belum berhasil diledakkan di kota tersebut.(AA)