Profil  

Ratu Sofya Tersandung Somasi HAD Pictures: Polemik Hak Promosi Film ‘Dosa’ Memanas

Avatar of PortalMadura.com
Ratu Sofya Tersandung Somasi HAD Pictures: Polemik Hak Promosi Film ‘Dosa’ Memanas
Ratu Sofya Tersandung Somasi HAD Pictures: Polemik Hak Promosi Film ‘Dosa’ Memanas

PortalMadura.com – Aktris muda Ratu Sofya, yang dikenal luas melalui perannya di berbagai sinetron, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah menerima somasi dari rumah produksi HAS Pictures.

Somasi tersebut dilayangkan pihak rumah produksi karena Ratu Sofya, pemeran utama dalam film terbaru mereka yang berjudul “Dosa: Penebusan atau Pengampunan,” diduga menolak untuk memenuhi kewajiban promosi film tersebut.

Perwakilan HAS Pictures, Reza Aditya, mengungkapkan bahwa tindakan somasi ini diambil karena sikap Ratu Sofya dinilai telah merugikan proses promosi menjelang penayangan film.

Reza Aditya, dalam keterangannya pada Kamis, 21 Mei 2026, menyayangkan penolakan Ratu Sofya yang berstatus sebagai salah satu pemeran utama.

HAS Pictures menduga bahwa penolakan Ratu Sofya untuk ikut serta dalam rangkaian promosi film tersebut berkaitan dengan ketidaknyamanannya terhadap adegan dewasa atau intim yang ada di dalam film.

Bahkan, Reza Aditya menyebut Ratu Sofya lah yang pertama kali menyebarkan isu mengenai adegan ‘sex scene’ tersebut ke publik melalui media sosial.

Pihak rumah produksi menekankan bahwa adegan tersebut telah diambil secara profesional dan memiliki filosofi serta menjadi bagian penting dari cerita, bukan sekadar eksploitasi.

Sebagai respons, Ratu Sofya, melalui kuasa hukumnya, membantah keras tudingan penolakan promosi akibat adegan dewasa dalam film.

Kuasa hukum Ratu Sofya, Risvan, menjelaskan bahwa kliennya tidak bermaksud mengingkari kewajiban promosi, melainkan ada hak-hak finansial yang seharusnya diterima oleh Ratu Sofya namun belum dipenuhi.

Pada konferensi pers yang diadakan pada Sabtu, 23 Mei 2026, kuasa hukumnya menegaskan bahwa Ratu Sofya bersedia untuk melakukan promosi setelah haknya terpenuhi.

Dede Rahmat, kuasa hukum lainnya, menyatakan bahwa mereka telah menyampaikan permasalahan terkait hak ini kepada pihak yang menandatangani kontrak kerja sama dengan HAS Pictures, yaitu ayah kandung Ratu Sofya.

Polemik ini semakin rumit dengan adanya kabar bahwa Ratu Sofya juga melayangkan somasi kepada ibu kandungnya terkait honor film yang disebut-sebut masih ditahan oleh pihak keluarga.

Namun, kuasa hukum Ratu Sofya dengan tegas membantah isu tersebut, menjelaskan bahwa surat yang dikirimkan kepada ayahnya bukan merupakan somasi hukum.

Surat tersebut hanyalah sebuah surat pernyataan dan penegasan sikap Ratu Sofya mengenai hak-haknya kepada pihak yang menandatangani kontrak.

Ratu Sofya sendiri menyatakan tidak pernah berseteru dengan orang tuanya, meskipun komunikasi di antara mereka sedang tidak berjalan baik.

Aktris bernama lengkap Safira Ratu Sofya ini lahir di Lhokseumawe pada 15 April 2004, menjadikannya berusia 22 tahun saat ini.

Ratu merupakan anak kedua dari empat bersaudara, dari pasangan Sofyan Hasan dan Intan Mashtura.

Ia memulai kariernya di dunia hiburan pada tahun 2017 melalui film “Satria Heroes: Revenge of Darkness” dan dikenal luas berkat perannya sebagai Lili dalam sinetron “Dari Jendela SMP,” yang mengantarkannya masuk nominasi SCTV Awards 2020.

Selain itu, Ratu Sofya juga telah membintangi beberapa film dan sinetron lain, seperti “Topeng Kaca” dan “Mantan IPA & IPS”.

Kehidupan pribadinya juga sempat menjadi perhatian publik, terutama terkait kedekatannya dengan Cornelio Sunny.

Hingga artikel ini ditulis, permasalahan antara Ratu Sofya dan HAS Pictures masih dalam tahap penyelesaian, dengan kedua belah pihak mempertahankan argumen masing-masing terkait hak dan kewajiban promosi film “Dosa: Penebusan atau Pengampunan.”

Kasus ini menyoroti kompleksitas perjanjian kerja dalam industri hiburan, terutama mengenai pemenuhan hak dan kewajiban artis serta rumah produksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses