oleh

Reaksi Pasar Usai Pilpres Hanya Respons Sementara

PortalMadura.Com, Jakarta – Analis pasar saham mengatakan respons pelaku pasar terhadap Pilpres baru akan terlihat setelah ada pengumuman pemenang Pemilu. Namun, respons tersebut hanya respon psikologis sementara.

Analis dari CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan untuk saat ini pelaku pasar tidak banyak terpengaruh oleh penyelenggaraan Pemilu serentak esok hari. IHSG sampai siang ini masih berada di zona hijau.

“Pelaku pasar sudah lebih rasional. Buat mereka, yang penting kondisi Pilpres aman, kondusif, dan aktivitas industri serta bisnis tidak terganggu,” ujar Reza kepada Anadolu Agency, Selasa (16/4/2019) kemarin.

Dia mengatakan panasnya persaingan Pilpres hanya terjadi di media sosial, namun tidak terjadi kondisi yang mengkhawatirkan di dunia nyata.

“Tidak ada kondisi mencekam seperti di Timur Tengah ataupun Venezuela,” tambah Reza.

Reza menambahkan para pelaku pasar sudah memiliki pilihan masing-masing. Siapapun yang menang, mereka akan menyesuaikan dan mendukung.

“Reaksi pasar akan terlihat nanti terkait kebijakan apa yang diambil Presiden terpilih,” imbuh Reza.

Menurut dia, kedua calon Presiden saat ini belum memiliki langkah kebijakan konkrit yang akan mereka lakukan karena masih dalam tataran rencana teknis yang belum jelas.

Pelaku pasar masih meraba-raba kedua calon yang ada dan reaksi baru akan terlihat setelah hasil Pemilu keluar.

Reza menambahkan reaksi tersebut hanya sementara sama seperti saat ada pergantian pemimpin di China yang direspon positif pasar dan saat Trump jadi Presiden pasar merespon negatif karena mengira Hillary Clinton yang akan menang.

Dia mengatakan kondisi di Indonesia kurang lebih sama. Market sebagian besar melihat keberhasilan Joko Widodo dalam pembangunan dan peningkatan perekonomian sehingga respon pasar yang muncul apabila dia menang cenderung positif.

“Tapi itu hanya reaksi euphoria sesaat yang nantinya akan tergantikan oleh sentimen global,” tambah dia. dilaporkan Anadolu Agency, Rabu (17/4/2019).

Sentimen global tersebut akan menentukan reaksi pelaku pasar di Indonesia yang bisa berubah menjadi negatif apabila kondisi global negatif seperti perang dagang dan penurunan harga komoditas.

Sementara itu, Reza mengatakan pasar cenderung akan bereaksi negatif kepada Prabowo apabila memenangi pilpres. Tapi, respon negatif itu juga hanya sementara.

“Bisa saja di awal ada respon negatif, tetapi apabila ada gebrakan kebijakan yang dianggap beda dan berdampak positif, pasar akan bergerak naik,” urai Reza.

Dia menambahkan kondisi pasar apabila Prabowo terpilih pada akhirnya juga akan dipengaruhi oleh kondisi global, sama halnya dengan bila Joko Widodo yang terpilih kembali sebagai Presiden.

Reza mengatakan respon psikologis sesaat pasar pascaPilpres kemungkinan baru akan mulai terlihat pada Kamis setelah Pilpres karena pasar akan libur pada saat Pilpres berlangsung.

“Tetapi pada hari Kamis pelaku pasar masih banyak yang menunggu hasil Pilpres dan belum banyak aktivitas karena pada hari Jumat pasar kembali akan libur,” tambah Reza.

Kemudian Reza menambahkan kondisi politik dan keamanan yang tetap kondusif jelang Pilpres akan menjadi amunisi yang baik bagi nilai tukar rupiah dengan menguatnya pasar valas.

“Faktor risiko untuk nilai tukar berkurang dan sangat positif buat market,” jelas dia.

Reza menilai nilai tukar rupiah akan berada pada kisaran nilai support di Rp14.125/USD dan level resistance di Rp14.070/USD.

“Kita harapkan adanya pilpres ini bisa berjalan positif sehingga market tidak melihat satu risiko besar dalam politik karena bisa memengaruhi ekonomi,” harap Reza.


Anadolu Agency
Sumber : Anadolu Agency

Komentar