PortalMadura.com

Realisasi Lifting Migas Nasional Tak Penuhi Target

  • Minggu, 7 Januari 2018 | 09:06
Realisasi Lifting Migas Nasional Tak Penuhi Target
ist. ilustrasi

PortalMadura.Com, Jakarta – Pemerintah mengatakan realisasi lifting minyak bumi dan gas (migas) Indonesia pada 2017 tidak memenuhi target.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan, realisasi lifting migas hanya 98,93 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2017.

Dari target 1.965 ribu barrel oil per day (bopd) terealisasi realisasi hanya 1.944 ribu bopd.

Rinciannya, kata Amien, realisasi lifting minyak bumi hanya mencapai 98,6 persen, dari target sebesar 815 ribu bopd terealisasi hanya 803,8 ribu bopd.

Sedangkan lifting gas bumi hanya mencapai 99,2 persen, dari target 1.150 ribu barrel oil equivalent per day (boepd) hanya terealisasi 1.140 boepd.

Menurut Amien, penyebabnya karena ada beberapa wilayah kerja (WK) migas masih dalam proses pengembangan sehingga belum bisa berproduksi. Dari 87 WK eksploitasi, hanya 73 yang sudah masuk fase produksi, sedangkan 14 WK lainnya masih tahap pengembangan.

Untuk WK eksplorasi, kata Amien, saat ini ada 199 WK konvensional dan 49 WK nonkonvensional. Namun dari semua itu, ada banyak blok yang akan segera masuk fase terminas.

“Kendalanya banyak, dari beragam faktor,” ujar dia, beberapa waktu lalu, dilansir Anadolu.

Selain itu, menurut Amien, target lifting migas tidak tercapai karena faktor teknis di lapangan, seperti yang dialami Pertamina. Sedangkan Total E&P Indonesia di Blok Mahakam tak mencapai tak target, karena karena dalam proses transisi.

Dari 10 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak bumi yang menguasai 86 persen lifting nasional, kata Amien, hanya ada empat yang melebihi target. Misalnya, Mobil Cepu Ltd di Blok Cepu, dari rencana lifting 201,5 bopd, terealisasi hingga 101,4 persen atau sekitar 204,3 bopd.

Kontraktor lain, kata Amien, yaitu CNOOS SES di Blok SE Sumatera dari target 31,2 bopd, tercapai 31,5 bopd.

Sementara kontraktor yang tidak mencapai target listing adalah Petronas Caligari Ketapang di Ketapang yang hanya mencapai 16,8 bopd dari target 17 bopd atau 98 persen.

Kemudian, Chevron Pacific Indonesia di Blok Rokan, dari target 229,1 bopd, tererealisasi 97 persen atau sebesar 222 bopd.

Pertamina EP yang beroperasi di seluruh blok di Indonesia, kata Amien, hanya mencapai 94,9 persen dari target dari 81 bopd atau sekitar 76,6 bopd.(*)

Realisasi Lifting Migas Nasional Tak Penuhi Target

PortalMadura.Com, Jakarta – Pemerintah mengatakan realisasi lifting minyak bumi dan gas (migas) Indonesia pada 2017 tidak memenuhi target.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan, realisasi lifting migas hanya 98,93 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2017.

Dari target 1.965 ribu barrel oil per day (bopd) terealisasi realisasi hanya 1.944 ribu bopd.

Rinciannya, kata Amien, realisasi lifting minyak bumi hanya mencapai 98,6 persen, dari target sebesar 815 ribu bopd terealisasi hanya 803,8 ribu bopd.

Sedangkan lifting gas bumi hanya mencapai 99,2 persen, dari target 1.150 ribu barrel oil equivalent per day (boepd) hanya terealisasi 1.140 boepd.

Menurut Amien, penyebabnya karena ada beberapa wilayah kerja (WK) migas masih dalam proses pengembangan sehingga belum bisa berproduksi. Dari 87 WK eksploitasi, hanya 73 yang sudah masuk fase produksi, sedangkan 14 WK lainnya masih tahap pengembangan.

Untuk WK eksplorasi, kata Amien, saat ini ada 199 WK konvensional dan 49 WK nonkonvensional. Namun dari semua itu, ada banyak blok yang akan segera masuk fase terminas.

“Kendalanya banyak, dari beragam faktor,” ujar dia, beberapa waktu lalu, dilansir Anadolu.

Selain itu, menurut Amien, target lifting migas tidak tercapai karena faktor teknis di lapangan, seperti yang dialami Pertamina. Sedangkan Total E&P Indonesia di Blok Mahakam tak mencapai tak target, karena karena dalam proses transisi.

Dari 10 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak bumi yang menguasai 86 persen lifting nasional, kata Amien, hanya ada empat yang melebihi target. Misalnya, Mobil Cepu Ltd di Blok Cepu, dari rencana lifting 201,5 bopd, terealisasi hingga 101,4 persen atau sekitar 204,3 bopd.

Kontraktor lain, kata Amien, yaitu CNOOS SES di Blok SE Sumatera dari target 31,2 bopd, tercapai 31,5 bopd.

Sementara kontraktor yang tidak mencapai target listing adalah Petronas Caligari Ketapang di Ketapang yang hanya mencapai 16,8 bopd dari target 17 bopd atau 98 persen.

Kemudian, Chevron Pacific Indonesia di Blok Rokan, dari target 229,1 bopd, tererealisasi 97 persen atau sebesar 222 bopd.

Pertamina EP yang beroperasi di seluruh blok di Indonesia, kata Amien, hanya mencapai 94,9 persen dari target dari 81 bopd atau sekitar 76,6 bopd.(*)

Loading...
Advertisement
portalmadura'

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional