oleh

Rela Berjalan Kaki 3 Km demi Mendapatkan Air Keruh

PortalMadura.Com, Pamekasan – Hotimah, warga Dusun Sumber Anyar Desa Larangan Tokol Kecamatan Tlanakan Pamekasan, Madura, Jawa Timur rela berjalan kaki sejauh 3 kilometer demi mendapatkan air, Kamis (27/8/2015).

Hotimah menuturkan, dirinya setiap hari harus mencari air kepada beberapa dusun lainnya untuk kebutuhan menanak, mencuci dan kebutuhan mendasar lainnya. Sebab, sumur yang ada di daerahnya sudah mengering.

“Saya dari rumah sekitar 3 kilometer kesini, dan setiap hari saya seperti ini, karena untuk kebutuhan minum saja sudah tidak ada. Sebetulnya disini ada enam sumur tapi yang masih mengeluarkan air hanya ada dua, itupun hanya sedikit,” tuturnya.

Wanita berusia 36 tahun itu menambahkan, air yang didapat dari hasil pencariannya terkadang sudah keruh lantaran air yang ada di dalam sumur sedikit. Sementara warga yang mengambil banyak dan bahkan ngantri.

“Kalau dapat air keruh seperti ini, saya masak dulu kalau mau diminum, supaya kembali bening. Ya, begitulah di desa saya selalu kekurangan air bila musim kemarau,” ungkapnya.

Menurutnya, bagi masyarakat yang ekonominya lumayan mapan, mereka lebih memilih membeli air dengan harga Rp 75 ribu pertangki. Berbeda dengan warga yang tidak mampu, mereka terpaksa harus mencari sumber mata air meski dengan jarak yang begitu jauh.

“Ya, kalau orang tidak mampu seperti saya tidak bisa membeli, karena untuk kebutuhan sehari-hari saja sangat mendesak. Ya, cuman menunggu bantuan saja,” katanya. (Marzukiy/har)



Komentar