PortalMadura.Com, Sampang – Bocah umur 14 tahun, Sevianto Fajri Purnomo ditemukan tewas di sungai Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Sabtu (22/10/2022).
Korban nekat melompat sungai saat mendengar bunyi tembakan peringatan aparat kepolisian setempat yang hendak melakukan penggerebekan lokasi dugaan perjudian adu jangkrik di Dusun Bere’elah, Desa Jeruk Porot, Torjun, Sampang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Asroni menyampaikan, korban melompat sungai saat ada penggerebekan dugaan judi adu jangkrik, pada Jumat (12/10/2022) pukul 15.00 WIB.
“Korban sempat menonton permainan judi adu jangkrik. Melihat ada petugas hendak melakukan penggerebekan, korban panik dan melompat ke sungai,” terangnya.
Korban sempat berteriak minta tolong ketika di dalam sungai. Namun, akibat arus sungai terlalu deras dan debit air sungai tinggi, maka korban terseret arus dan hilang.
Korban yang ditemukan dalam kondisi tewas pada pukul 09.00 WIB, Sabtu (22/10/2022) langsung dievakuasi ke Puskesmas Torjun. “Selesai dilakukan pemeriksaan di puskesmas, korban dibawa pulang kerumah duka,” katanya.
Kapolsek Torjun Sampang AKP Heriyanto mengakui, jika anggotanya melakukan penggerebekan lokasi dugaan judi adu jangkrik setelah menerima laporan dari warga. Di lokasi, juga banyak warga yang menonton.
“Kami menerima laporan dugaan perjudian karena telah meresahkan warga. Kemudian menindaklanjuti dengan melibatkan anggota,” terangnya.
Ada 4 orang yang ditangkap. Mereka warga Sampang yang diduga terlibat pada permainan judi adu jangkrik. Keempat pelaku itu, Solohin (45) warga Desa Torjun, Sampang, Arif Sulaiman (35) warga Kelurahan Gunung Sekar, Sampang.
Kemudian, Noval Taufik (21) warga Kelurahan Gunung Sekar Kabupaten Sampang, dan Moh. Farisi (21) warga Desa Pangelen, Kecamatan/Kabupaten Sampang.
“Seluruh pelaku, telah kami serahkan ke Polres Sampang untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Respon adanya korban meninggal setelah melompat ke sungai yang dikabarkan terjadi pasca ada bunyi tembakan peringatan, pihaknya memilih irit bicara.
“Biar Humas Polres Sampang yang dapat memberikan keterangan nanti,” pungkasnya.(*)