oleh

Resensi Buku – Manisnya Buah Impian

PortalMadura.Com – Seperti buah mangga. Perumpamaan ini sangat tepat untuk menggambarkan kehidupan seorang gadis muslimah yang tekun dan sabar. Buah mangga memiliki filosofi bahwa manisnya hidup berawal dari rasa kecut. Itulah yang dialami oleh Aisyah, anak gadis dari seorang penjual batu lesung yang tinggal di pelosok pulau kangean yang terpencil.

Dalam novel cantik gubahan Lina Kurniawati ini menebarkan pesona perjuangan hidup seorang Aisyah yang sangat luar biasa. Ada banyak ibrah dan hikmah yang dapat kita petik dari lakon Aisyah sebagai anak tukang batu lesung.

Meskipun berasal dari keluarga yang berpendapatan kecil, Aisyah merangkul ilmu pendidikan dengan baik, terutama ilmu agama yang di dapat dari kedua orang tuanya. Sejak kecil Aisyah adalah seorang gadis yang sangat rajin. Setiap hari selepas pulang sekolah, ia selalu membantu ibunya berkebun dan pada saat malam hari ia belajar mengaji di surau dekat rumahnya. Dia tidak mudah menyerah dengan segala sesuatu yang terjadi.

Selalu saja memunculkan ide cemerlangnya untuk melakukan sebuah inovasi baru. Seperti halnya pada saat Aisyah meminta ayahnya untuk menggantikan batu lesung dengan guci  terbuat dari tanah lempung yang dikreasikan corak ukiran dan pewarna alami. Alhasil, ide cermalang dari Aisyah membuahkan hasil untuk ayahnya karena banyak orang yang tertarik dengan guci tanah lempung itu. Hal itu membuat pendapatan keluarga Aisyah lebih baik dari sebelumnya, sehingga Aisyah dapat melanjutkan sekolah di tingkat  Tsanawiyah.

Di sekolahnya, Aisyah adalah anak yang berprestasi. Kemampuan ilmu pengetahuannya melebihi teman-temannya di kelas. Dia juga gemar belajar tentang bahasa terutama bahasa asing. Selain pandai dalam pelajaran sekolah, Aisyah juga pernah meraih juara Qiro’ah tingkat Kabupaten. Sungguh sangat menakjubkan.

Sosok yang diilustrasikan dalam novel ini sungguh memberikan suguhan yang menarik kepada para pembaca terutama pemuda Indonesia. Kiat-kiat untuk menumbuhkan rasa semangat dan pantang menyerah tumbuh dalam karangan fiksi ini. Satu kejadian miris, ketika  kedua orang tua Aisyah meninggal dunia menjelang ia lulus dari sekolah menengah pertama. Pada saat itu Aisyah berjuang sendiri untuk melanjutkan hidupnya. Dia sudah hamper putus asa untuk melanjutkan pendidikannya karena tidak mempunyai biaya yang cukup.

Loading...

Karunia Tuhan memang tidak terduga. Aisyah mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolahnya di sekolah favorit di kota. Namun, perjuangan Aisyah tidak cukup sampai di sini, ia harus membiayai kebutuhannya sendiri dengan menyisakan waktunya selepas sekolah untuk mengajar mengaji dan menjadi pelayan warung es. Kegiatan ini selalu menjadi aktivitas runtinnya. Hebatnya lagi, sebagian dari hasil kerja kerasnya, Aisyah sisakan untuk mengikuti kursus bahasa asing, yaitu bahasa mandarin. Sungguh pribadi yang mengagumkan.

Selang beberapa waktu, karuania itu kembali hadir mewarnai hidup Aisyah. Dia mendapatkan beasiswa kembali untuk melanjutkan kuliah di Universitas ternama di Indonesia. Saat itu, segala kehidupannya ditanggung oleh keluarga dermawan yang merupakan orang tua dari murid mengajinya. Aisyah selalu tekun untuk meraih kata sukses dalam impiannya. Proses yang dilalui menjadi semakin manis ketika seorang pria sholeh meminangnya dan pada saat yang bersamaan dia diangkat menjadi duta besar di luar negeri.

Terlepas dari buah impian yang manis, keunggulan novel Serpihan Mimpi ini merupakan novel pemenang Lomba Fiksi Islami Departemen Agama RI 2005. Novel ini juga dikemas dengan coretan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh pembaca, sehingga membuat para pembaca terenyuh dengan cerita yang ada. Hal ini menambah sensasi ketertarikan untuk membaca novel islami yang inspiratif ini. Selain itu, kritik atas novel ini adalah penyebutan nama Sekolah atau Universitas yang di unggulkan  dalam cerita membuat esensi penilaian para pembaca kurang baik. Dikhawatirkan akan menimbulkan persepsi dan interpretasi tehadap sebuah nama dan pencitraan yang berbeda (pro dan kontra).

Sepucuk novel inspiratif dengan segala kelebihan dan kekurangannya memberikan pesan tersirat bahwa untuk menikmati manisnya hidup memang seharusnya membutuhkan sebuah proses yang dibalut dengan perjuangan keras. Kita sebagai pemuda wajib menggenggam semangat dalam meraih cita dan cinta. Selamat membaca dan semangat berkarya!

Judul Buku                : Serpihan Mimpi
Penulis                      : Lina Kurniawati
Penerbit                     : Insan Madani
Tahun Terbit              : 2007
Jumlah Halaman         : 290 Halaman
ISBN                         : 978-979-1409-77-3

Pamekasan-April 2015
(Febriyanti Rahmi Your B)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar