PortalMadura.com

Resensi Buku-Membangun Karakter Siswa Melalui Pendidikan Seni

  • Senin, 2 Januari 2017 | 11:58
Resensi Buku-Membangun Karakter Siswa Melalui Pendidikan Seni
Resensi Buku, foto insert Maulidina Yulianti
Loading...

PortalMadura.Com – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membangun karakteristik siswa, salah satunya melalui pendidikan seni.

Dalam proses pembelajaran tanpa adanya pendidikan seni maka kurang sempurna. Pendidikan seni yang optimal akan membangun karakteristik siswa jauh lebih baik untuk menjadikan dirirnya sebagai manusia yang berbudi pekerti mulia.

Kesenian menghadirkan kegembiraan dalam jiwa untuk menggetarkan emosi manusia. Emosi yang intens menggerakkan sikap dan perilaku untuk membentuk kepribadian yang kukuh sehingga dapat mengantar setiap jiwa pada takdir-Nya.

Melalui emosi yang tergerakkan, kesenian mengendap dalam jiwa sedemikian jauh dan dalam waktu yang panjang.

Akhlak begitu bersahabat dengan kesenian. Akhlak yang baik haruslah bersumber dari sifat sang Khalik, dan kesenian adalah ungkapan fitriah yang suci. Oleh karena itu, keduanya seolah berada dalam satu ruang tidak bersekat. Keduanya berjalan seiring sejalan dalam harmoni keserasian.

Kedekatan emosi antara siswa dan guru sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Motivasi belajar anak di usia yang masih sangat belia lebih banyak ditentukan kedekatannya dengan sang guru.

Kesenian menjadi media komunikasi efektif antara murid dengan gurunya. Kesenian mengajak anak berkomunikasi secara jujur, berbagi, dan tidak menggurui.

Kebersamaan yang panjang ketika berproses dan keterlibatan emosi intens itulah rahasia besar kedekatan guru kesenian dengan siswa-siswanya.

Seni seringkali dihubungkan dengan ekspresi jiwa dan perwujudan keindahan. Seni dan keindahan bagai dua hal yang tidak terpisahkan. Keindahan rasa yang diungkapkan dalam berbagai media inilah yang menjadi salah satu rahasia pembelajaran seni selalu menarik perhatian anak-anak.

Seni bisa dipahami sebagai aktifitas batin dengan pengalaman estetis yang dinyatakan dalam bentuk agung, mempunyai daya untuk membangkitkan rasa takjub dan haru. Seni mampu menghadirkan situasi yang biasa menjadi sesuatu yang luar biasa.

Musik diidentifikasikan dalam salah satu cabang seni, dan musik adalah cabang seni yang berhubungan dengan bunyi. Musik lantunan ayat-ayat Al Qur’an, adzan atau panggilan salat, dan berbagai ragam nyanyian-nyanyian religi rakyat begitu mudah kita temukan di daerah-daerah kantong kaum muslimin di seluruh wilayah tanah air.

Baca Juga:  Resensi Buku - Merengkuh Logika dan Nurani

Kesenian Islam tidak harus berbicara tentang Islam, tidak harus berisi nasehat langsung, anjuran berbuat kebajikan, atau penampilan abstrak tentang aqidah, tetapi seni Islam adalah seni yang menggambarkan suatu bentuk atau wujud, dengan bahasa yang indah serta sesuai dengan cetusan fitrah.

Masa kanak-kanak adalah masa dendang kencana indah penuh tauladan moral dan inspirasi kreativitas. Sebuah gambar berbicara lebih banyak dari pada seribu kata-kata. Anak-anak perlu dikenalkan dengan berbagai bentuk emosi yang merupakan manifestasi perasaan batinnya.

Gambar adalah salah satu media yang sangat cerdas dalam mentransfer emosi dan perasaan kita. Lagu memiliki kekuatan yang besar dalam merangsang gerak otot tubuh anak-anak. Melalui nyanyian, anak-anak mengalami pertumbuhan fisik yang selaras.

Melalui syair lagu, anak-anak belajar memahami makna, tema, bahkan jiwa kata-kata. Rasa bahasanya akan terasa baik karena syair lagu anak-anak lazimnya disusun dengan pilihan bahasa yang baik dan indah.

Nyayian sangat bermanfaat dalam membentuk jiwa religiusitas anak-anak. Melalui lagu mereka dapat di didik mencintai agamanya, memahami akhlaq dan adab-adab terpuji, memahami nilai-nilai moral dan aqidah yang benar.

Hampi seluruh anak di bumi ini  menyukai aktivitas menggambar pada masa kanak-kanaknya. Walaupun gambarnya tampak sulit dipahami, tapi coret-moret tersebut adalah ungkapan keinginan batin dan emosi, curahan ekspresinya yang bebas.

Selain berfungsi sebagai bahasa anak-anak, gambar juga dapat menjadi jembatan sambung rasa yang indah dan mengesankan.

Belajar seni ibarat mengenakan baju, sebagaimana baju menjaga pemakainya dari terik matahari dan melindunginya dari kuman-kuman penyakit. Maka demikian pula, seorang yang memiliki penyaluran ekspresi emosi seperti seni, akan menjadi lebih tenang dan sehat secara fisik maupun psikis.

Baca Juga:  Wahai Orang Tua, Ini Pentingnya Ajarkan Anak Minta Izin Masuk Kamar Anda

Penampilan seseorang tergantung busana yang dikenakannya, dan harga diri seseorang tergantung lisannya.

Di tengah sulitnya mencari model dan teladan moral bagi anak-anak saat ini, seni menjadi alternatif model yang cerdas karena sifatnya yang halus tanpa bersifat menggurui apalagi mengintimidasi.

Sifat kesenian yang halus, lembut menyentuh, menceriakan, tanpa kesan menggurui, adalah model sempurna dalam pembentuk pribadi berkarakter dan kreatif.

Seni adalah profil yang sangat tepat mengemban pesan moral dan pemberi kesempatan kreatif bagi anak-anak. Suasana pembelajaran terasa lebih bersemangat jika siswa diajak bernyanyi bersama.

Tidak dapat dipungkiri bahwa bernyanyi merupakan media yang sangat efektif untuk menanamkan karakter-karakter positif. Kata karakter berasal dari bahasa yunani yang berarti to mark (menandai) dan memfokuskan pada aplikasi nilai kebaikan dalam bentuk tingkah laku atau tindakan.

Dalam pembentukan karakter, suasana bermain, pembiasaan hidup baik dan teratur hendaklah lebih didukung dan semakin dikukuhkan. Anak-anak harus diajak untuk melihat dan mengalami hidup bersama yang baik dan menyenangkan.

Buku ini sangat cocok dibaca oleh guru seni untuk mempermudah dalam membangun karakteristik siswanya. Dengan mengaplikasikan berbagai bentuk kegiatan yang terdapat di buku ini sangat membantu dalam proses pembelajaran.

Bahasa yang digunakan sudah komunikatif sehingga pembaca mengerti semua yang di bahasa dalam buku ini.(*).

Judul : Pendidikan Karakter Melalui Seni
Penulis : Setyoadi Purwanto
Penerbit : Pustaka Pelajar
Cetakan : Pertama, Juni 2016
Tebal : 247 Halaman
ISBN : 978-602-229-633-1
Harga Buku : Rp. 50.000

Peresensi : Maulidina Yulianti
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional