oleh

Rombongan Guru Menuju Wisata Giliyang, Bus Terkendala Ranting Pohon

PortalMadura.Com, Sumenep – Momentum peringatan Hari Guru Nasional 2018 tingkat Provinsi Jatim yang ditempatkan di Sumenep, Madura, Jawa Timur mendorong sejumlah rombongan luar daerah untuk berwisata. Salah satunya ke Pulau Oksigen (Pulau Giliyang).

Sabtu (17/11/2018) siang mereka berangkat bersama-sama dengan menggunakan bus besar. Rombongan tersebut merupakan tamu yang mengikuti acara peringatan Hari Guru Nasional (HGN), HUT PGRI dan Hari Aksara Internasional tahun 2018 yang berlangsung sejak Jumat-Sabtu (16-17/11/2018).

Sayangnya, sejumlah bus yang mereka tumpangi sempat terkendala ranting-ranting pohon selama perjalanan dari kota menuju pelabuhan Dungkek, Sumenep. Bus-bus besar itu harus berhenti dan membersihkan ranting-ranting pohon yang menyentuh bagian atas bus.

“Rombongan sempat terkendala dengan ranting pohon. Beberapa kali kita harus berhenti dan turun dari bus untuk membersihkan ranting pohon itu. Ini masuk wilayah Candi, Dungkek,” terang salah seorang tour guide Sumenep, Miskali pada PortalMadura.Com.

Rombongan yang ia bawa yakni dari Kecamatan Sumberrejo dan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. “Ada empat bus ini yang bersama-sama, tapi gak tahu dari mana yang dua bus lainnya,” katanya.

Ranting pohon yang mengganggu itu masuk wilayah Candi, Kecamatan Dungkek, Sumenep. Jalan tersebut merupakan jalan alternatif karena jalan utama tidak bisa dilewati akibat ada perbaikan jalan. “Bus memang sangat terganggu dengan kondisi ranting-ranting pohon itu,” ujarnya.

Pihaknya bersama para pelaku wisata lainnya di Sumenep sudah sering menyampaikan pada dinas terkait agar ranting-ranting pohon di jalan yang dilalui para wisatawan hendaknya dibersihkan.

“Kita sering menyampaikan hal ini, karena selama ini memang jadi keluhan para sopir bus dan akhirnya enggan membawa rombongan ke Sumenep pada jalur yang kurang enak bagi jalur bus besar,” jelasnya.

Ia berharap, untuk kedepannya menjadi perhatian pemerintah daerah agar jalan menuju lokasi wisata itu lebih baik lagi dan nyaman buat jalur bus besar. “Kalau mereka nyaman dan aman, maka senang dan ingin datang lagi ke Sumenep,” katanya.(Hartono)