oleh

Romy Terjaring OTT KPK, PPP Pamekasan Klaim Tak Pengaruhi Suara Partai

PortalMadura.Com, Pamekasan – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tidak ambil pusing soal kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Romahurmuzy jelang Pemilu tanggal 17 April 2019.

Ketua DPC PPP Pamekasan, Halili memastikan bahwa kasus yang menjerat ketua umumnya tidak akan berpengaruh terhadap suara PPP di daerah, terutama di bumi Gerbang Salam. Hal itu berdasarkan serap aspirasi langsung kepada Masyarakat di bawah.

“Berdasarkan fakta di lapangan, saya waktu kejadian (OTT, red) itu, siang saya langsung turba dan kebetulan waktu itu saya mempunyai kegiatan rutin bulanan di Kadur, saya tanya dan saya ceritakan meskipun banyak yang belum tahu, ada tidaknya pengaruh terhadap partai, rata-rata mereka bilang tidak ngurus itu (OTT, red), ” klaimnya, Selasa (19/3/2019).

Loading...

Ketua DPRD Pamekasan ini mengaku, Masyarakat saat ini sudah memiliki pilihan politik untuk pesta demokrasi mendatang, baik Calon Legislatif (Caleg) atau bahkan Pilihan Presiden (Pilpres), sehingga tidak ada pengaruh terhadap suara PPP. Karena Masyarakat sekarang sudah cerdas dalam berpolitik.

“Kesimpulan saya setelah saya turun selama 4 hari ini, hampir seratus persen mereka mengatakan tidak berpengaruh. Karena Masyarakat sekarang sudah tidak bodoh, mereka sudah cerdas, mereka sekarang itu sudah menentukan pilihannya kepada siapa mereka memilih dan mendukung, ” tandasnya.

Namun demikian, pihaknya perlu menjelaskan kepada Masyarakat bahwa kasus yang menimpa Romy adalah kasus pribadi bukan kasus yang dilakukan secara organisasi.

“Saya haqqul yaqin, pada Pemilu tanggal 17 April 2019 PPP di Pamekasan ini tetap memperoleh dukungan dan kepercayaan Masyarakat terbesar,” tegasnya.

PPP di Pamekasan menjadi partai pemenang Pemilihan Legislatif (Pileg) Tahun 2014 dengan perolehan 9 kursi. Dengan rincian, Dapil 1 satu kursi, Dapil 2 tiga kursi, Dapil 3 dua kursi, Dapil 4 dua kursi dan Dapil 5 satu kursi.

 


Penulis: Marzukiy
Editor : Agnes Hafilda Kusuma

Komentar