portalmadura.com | Pergerakan nilai tukar rupiah (IDR) akhirnya berhasil melepaskan diri dari cengkeraman dolar Amerika Serikat (USD). Pada penutupan sesi perdagangan sore ini, Selasa (8/9/2026), mata uang Garuda berbalik menguat tajam dan keluar dari zona tekanan pasar global.
Kondisi ini menandai pembalikan arah yang sangat positif bagi stabilitas mata uang domestik, mengingat rupiah sempat tertahan di zona merah akibat sentimen negatif pasar internasional selama beberapa waktu terakhir.
Aksi bangkit yang terjadi pada akhir sesi transaksi ini sekaligus memberi sinyal pemulihan kepercayaan investor terhadap penguatan fundamen ekonomi Indonesia di tengah volatilitas pasar keuangan global.
Sebelumnya, pergerakan rupiah terus berada di bawah bayang-bayang ketegangan geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah. Kekhawatiran pasar akan dampak konflik tersebut sempat memicu peningkatkan permintaan terhadap aset berisiko rendah (safe haven) seperti dolar AS, yang secara otomatis menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Meskipun kurs rupiah sempat dibuka melemah dan bertahan di zona negatif pada paruh pertama hari perdagangan, intervensi pasar serta penyesuaian strategi para pelaku pasar di sesi penutupan mendorong momentum pemulihan yang signifikan hingga berhasil membalikkan keadaan menjadi penguatan.
Analis pasar keuangan memprediksi volatilitas rupiah masih akan terjaga sepanjang pekan ini. Para pelaku pasar global terus memantau dengan cermat rilis indikator makroekonomi internasional, terutama data tenaga kerja dan arah kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed), yang dinilai masih menjadi penggerak utama sentimen pasar di Asia.




