Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini 29 September 2026, Ini Penyebab Utama & Imbauan BI!

Avatar of PortalMadura.com
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS Hari Ini 29 September 2026, Ini Penyebab Utama & Imbauan BI!

PortalMadura.com– Tekanan terhadap mata uang Garuda makin meluas pada perdagangan Selasa, 29 September 2026. Nilai tukar rupiah bergerak melemah hingga menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini melanjutkan tren negatif dari hari sebelumnya akibat kombinasi faktor eksternal dan dinamika pasar keuangan internasional.

Berdasarkan data perdagangan pasar spot pada Selasa (29/9/2026) pagi, rupiah dibuka terdepresiasi tipis di kisaran Rp17.970 per dolar AS sebelum akhirnya melorot ke kisaran Rp17.984 hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS. Pergerakan ini mencatatkan titik terlemah rupiah dalam beberapa pekan terakhir.

Faktor Pemicu Pelemahan Kurs Rupiah

Analis pasar keuangan mencatat sejumlah sentimen utama yang menekan pergerakan mata uang domestik sepanjang hari ini, di antaranya:

Penguatan Indeks Dolar AS: Mata uang Paman Sam terus menguat menyusul meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh Bank Sentral AS (The Fed).
Kenaikan Yield Obligasi AS: Imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) yang terus naik mendorong arus modal keluar (capital outflow) dari pasar keuangan negara berkembang.
Tekanan Geopolitik Global: Ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah dan dinamika harga minyak dunia turut memicu sentimen *risk-off* di kalangan investor global.

Langkah Bank Indonesia Jaga Stabilitas

Menanggapi fluktuasi yang terjadi, Bank Indonesia (BI) terus mengoptimalkan instrumen moneter guna mengawal stabilitas nilai tukar. BI terus memperkuat strategi *triple intervention* di pasar spot, *Domestic Non-Deliverable Forward* (DNDF), serta pasar SBN demi memastikan likuiditas valuta asing tetap terjaga dengan baik.

Otoritas moneter juga mengimbau para pelaku usaha dan investor domestik untuk tidak panik dan memanfaatkan instrumen lindung nilai (*hedging*) secara bijak dalam merespons dinamika mata uang asing saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses