oleh

Sanggar Tarara, Wujud Kebangkitan Kesenian Bangkalan (Part-3)

Manfaatkan Potongan Kain Dari Penjahit, Tari Kamantakah Punya Tujuh Warna Kostum

PortalMadura.Com, Bangkalan – Kostum atau busana menjadi salah satu unsur pendukung tarian. Selain sebagai ciri atau identitas yang melekat pada penari, kehadiran kostum juga turut memperindah penampilan. Dalam lomba, selain gerakan tari, kostum juga termasuk dalam penilaian.

Proses kreatif berkesenian yang terus digelorakan Sanggar Tarara tak hanya berkutat pada penciptaan gerakan-gerakan tari, yang pada akhirnya bermuara pada bertambahnya koleksi karya tari. Proses ini akan diikuti oleh proses kreatif lain, yaitu pembuatan kostum.

Balutan kain dengan warna mencolok serta aneka asesoris dari kepala hingga kaki yang dikenakan penari dikerjalan hampir bersamaan dengan penggarapan tari. Butuh imajinasi, kepekaan, serta keberanian memilih perpaduan warna dalam pembuatan kostum. Lain itu, diskusi dengan pelatih (koreografer) untuk menyamakan konsep kostum yang diinginkan.

Loading...

Sebagai wadah kesenian yang layak menyandang predikat sanggar mandiri atau satu paket, Sanggar Tarara juga bereksplorasi lewat kostum. Kini tak ada lagi perasaan cemas menyangkut kostum jelang tampil di atas panggung. Kecemasan itu kini berubah menjadi tuntutan sekaligus tantangan.

Kontinyuitas penampilan Sanggar Tarara di berbagai ajang lomba serta festival kesenian turut pula memperkenalkan berbagai kostum yang pernah dikenakan penarinya. Tidak boleh meninggalkan warna dan corak Madura. Itulah acuan penggarapan kostum yang tak boleh di abaikan, terlebih dihilangkan, oleh karena inspirasi karya tari Sanggar Tarara datang dari berbagai sisi kehidupan rakyat Madura.

Tak ada salahnya …


Penulis : Agus Hidayat
Editor : Putri Kuzaifah

Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar