oleh

Sanggar Tarara, Wujud Kebangkitan Kesenian Bangkalan (Part-3)

Dari sekedar memasang asesoris, Septi kemudian dipercaya mengemban tugas baru lagi sebagai pembuat sekaligus penata kostum. Tugas baru ini tak lepas dari saran dan rekomendasi pembuat kostum sebelumnya yang kemudian disetujui Sudarsono.

“Kosongnya penanggung jawab kostum disebabkan kesibukan masing-masing seperti melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, menjadi karyawan kantoran, serta menjadi ibu rumah tangga usai menikah dan melahirkan,” ungkap Septi yang menciptakan kostum serta asesoris pertama kali untuk pementasan Tari Tandhe’.

Libatkan Rekan-rekan Sanggar

Kostum Tari Lengge’ menjadi kostum paling berkesan yang dibuat Septi Indrawati. (Foto: Istimewa)

Koleksi kostum Sanggar Tarara hingga kini berjumlah sekitar 75 macam. Jika dipilah, 50 jenis kostum buatan Septi dan 25 kostum lainnya dirancang oleh seniornya. Angka dua digit tersebut bukan berarti identik dengan jumlah karya tari (satu tari satu kostum).

Loading...

Ada faktor komersial yang menuntut Septi membuat variasi kostum pada karya tari tertentu. Artinya, ada beberapa karya tari yang kostumnya lebih dari satu macam. Tari Kamantakah bahkan punya tujuh warna kostum dengan warna dasar masing-masing merah, hitam, kuning, hijau, pink, ungu, serta hitam bludru. Tari Praben Prekas punya tiga macam kostum, Tari Rampak Lalampan 3 macam kostum, juga Tari Tandheng dengan dua macam kostum.

Tuntutan ini harus dijalankan oleh karena karya tari tersebut sering dipakai pihak luar sebagai pengisi acara tertentu. Tak jarang jam pementasan empat tari favorit tersebut hampir bersamaan. Situasi yang mau tak mau harus disiasati dengan membentuk beberapa kelompok penari. Masing-masing kelompok kemudian mendapat instruksi tampil di tempat yang ditentukan.

Kini kostum …


Penulis : Agus Hidayat
Editor : Putri Kuzaifah


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar