oleh

Sanggar Tarara, Wujud Kebangkitan Kesenian Bangkalan (Part-3)

Kini kostum-kostum tersebut berada dalam etalase (lemari kaca) di kediaman Septi, tepatnya di Dusun Sebaneh RT.02/RW.06, Desa Bancaran, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Madura. Perlengkapan rias yang tersimpan dalam box serta sebagian koleksi piala dan trofi juara yang diraih Sanggar Tarara turut pula menemani koleksi busana di ruangan yang sama.

Susunan box berisi kostum lama yang jarang dipakai Sanggar Tarara beserta asesoris. (Foto: Istimewa)

Kostum biasanya sepaket dengan tata rias. Dari Septi kostum tari dibuat, dari Septi pula tata rias penari dipercayakan. Untuk menyelesaikan dua tugas tersebut ia melibatkan rekan-rekannya di sanggar. Di kostum, tenaga sukarelawan ini biasanya dilibatkan dalam pemasangan asesoris, sedang di tata rias biasanya mereka hanya diberi tugas memoles alas bedak di pipi.

Kondisi kostum sebagian besar masih layak pakai. Artinya, kostum tersebut akan dipakai kembali sesuai tari yang akan dipentaskan. Khusus kostum tari yang umurnya tergolong tua atau jarang digunakan, Septi tak ragu untuk memodifikasi jika memang model dan asesorisnya perlu dipercantik kembali.

Loading...

“Biasanya dua tahun sekali semua kostum dikeluarkan dari etalase untuk dicek kondisinya. Jika ada yang sobek saya jahit lagi. Untuk kostum yang jarang dipakai saya simpan terpisah dalam box. Jika kondisinya rusak parah ya dibuang, yang masih layak pakai akan saya modifikasi agar tampilan kostum terlihat lebih cantik,” cetus wanita berhijab yang sehari-hari bekerja sebagai staf bagian administrasi kesra Setda Bangkalan.

Kostum dan Tata Rias Jadi Sumber Dana Sanggar

Pengerjaan kostum diawali mengetahui terlebih dahulu jenis serta tema tari yang digarap. Pada tahap ini perancang kostum dan pelatih tari (koreografer) akan terlibat diskusi. Tak jarang terjadi perbedaan pendapat antar keduanya perihal konsep kostum, utamanya soal pemilihan warna dan model asesoris yang digunakan.

Tahap selanjutnya …


Penulis : Agus Hidayat
Editor : Putri Kuzaifah


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar