oleh

Santri Pamekasan Deklarasi Dukung Jokowi

PortalMadura.com, Pamekasan – Sedikitnya 50 perwakilan santri se-Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar deklarasi mendukung Capres-Cawapres Jokowi-JK di Area Monumen Arek Lancor Pamekasan, Jumat (4/7/2014).

Sejumlah santri secara bergantian berorasi meneriakkan dukungan terhadap Jokowi terutama dengan adanya gagasan dan Program 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional jika Jokowi terpilih Presiden RI lima tahun ke depan.

Loading...

“Kami sangat berterima kasih yang sangat banyak kepada Jokowi yang telah menggagas 1 Muharram akan dijadikan hari santri, karena selama ini eksistensi santri cendrung ditinggalkan,” kata salah seorang orator.

Sedangkan Zuhairi Misrawi, salah satu Tim Sukses nasional Pasangan capres-cawapres Jokowi-JK juga mengatakan, dukungan tersebut dilakukan karena Jokowi dianggap calon presiden yang memperjuangkan hak rakyat dan mengajak peran serta santri dalam pembangunan, salah satu dengan hari santri tersebut. Selain itu menurut penulis muda lulusan Al-Azhar Kairo Mesir ini, capres Jokowi sejalan dengan santri, salah satunya dengan menjadi imam shalat dan hafal surat dalam Al Quran.

“Madura adalah kota santri dan kita harus bersyukur karena satu-satunya capres yang bisa jadi imam shalat dan hafal beberapa surat dalam al-quran hanyalah Jokowi. Makanya saya sebagai alumni Al-Amin mengajak santri untuk dukung Jokowi di Madura ini,” tegasnya.

Dan dalam kesempatan itu pula, sebagai bentuk perlawanan melalui media massa, tim pemenangan Jokowi-JK akhirnya juga menerbitkan Koran Al-Mihrab, sebagai penyeimbang informasi yang dikeluarkan Koran Obor Rakyat beberapa waktu lalu.

Zuhairi Misrawi juga bilang, pihaknya tidak ingin melawan keburukan informasi di media massa dengan keburukan yang sama, sehingga Al Mihrab diharapkan menjadi Koran penyeimbang dari informasi dari media yang tidak bertanggung jawab.

Diharapkan dengan terbitnya Koran tersebut masyarakat bisa mengetahui informasi secara berimbang. Karena edisi Obor Rakyat itu sudah jelas ada dari pihak istana yang juga bermain bahkan meng-kafirkan Jokowi.

“Kita tahu Tabloid Obor Rakyat telah menjelek-jelekan Jokowi, tapi kita tidak akan membalasnya dengan kejelekan. Air tuba tidak akan dibalas dengan air tuba, tetapi akan diimbanginya dengan kebaikan karena ini bagian dari demokrasi yang damai,” jelasnya.(reiza/nia)



Komentar