Sarapan dengan Roti itu Lebih Menyehatkan, Benarkah?

Avatar of PortalMadura.com
Sarapan dengan Roti itu Lebih Menyehatkan, Benarkah?
Ilustrasi

PortalMadura.Com – Selama ribuan tahun, roti menjadi salah satu makanan pokok yang sering dikonsumsi di seluruh dunia. Bahkan, roti menjadi primadona bagi kaula muda.

Roti dibuat dari adonan yang terdiri dari tepung, air, dan masih banyak bahan tambahan lainnya. Terlepas dari kepopulerannya, roti sering dicirikan sebagai panganan yang tidak sehat, berbahaya dan dapat membuat gemuk.

Seperti dilansir detik.com dikutip dari Healthline, ternyata roti juga memiliki efek yang buruk untuk tubuh. Berikut ini merupakan beberapa alasan yang membuktikan mengkonsumsi roti tidak selalu baik untuk tubuh.

Rendah Nutrisi Penting
Roti relatif lebih rendah nutrisnya, dibandingkan dengan makanan lain seperti buah-buahan dan sayuran. Kandungan kalori dan karbohidrat dalam roti juga sedikit tinggi, tetapi rendah protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral.

Baca Juga: Madura FC Tertahan, Mitra Kukar Gusur Persik Kediri dari Puncak Klasemen

Namun ada juga jenis roti yang memiliki kandungan berbeda, misalnya roti gandum. Roti gandum memiliki jumlah serat yang lebih tinggi. Biji gandum yang termasuk dalam biji-bijian lebih kaya akan beta-karoten dan vitamin C dan E.

Mengandung Gluten
Roti juga mengandung gluten, yaitu sejenis protein spesifik yang membantu adonan untuk naik dan memberikan tekstur elastis. Meskipun sebagian besar orang bisa mencerna gluten dengan baik, ada juga yang tidak, seperti contoh orang dengan penyakit celiac.

Celiac adalah gangguan autoimun yang disebabkan karena gluten merusak lapisan usus kecil dan merusak penyerapan nutrisi. Selain itu, beberapa orang yang juga peka terhadap gluten dapat menyebabkan masalah lain, seperti kembung, diare, dan sakit perut.

Untuk orang-orang seperti ini, dianjurkan untuk menghindari konsumsi roti gandum dan lebih baik memakan roti bebas gluten yang biasanya dibuat dari tapioka, beras merah atau tepung kentang.

Tinggi Karbohidrat
Rata-rata dalam roti mengandung karbohidrat sebesar 13 gram, sedangkan tubuh memiliki kemampuan untuk memecah karbohidrat menjadi glukosa. Keadaan ini menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah.

Kandungan karbohidrat tinggi yang ada pada roti juga dapat meningkatkan gula darah dan memunculkan kembali rasa lapar. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko diabetes serta sindrom metabolik.

Mengandung Antrinutrien
Roti gandum utuh dibuat dari tepung biji gandum yang dikenal lebih sehat dari roti lainnya. Namun, biji-bijian ternyata mengandung antinutrien seperti asam fitat, yang dapat menghambat penyerapan mineral, seperti zat besi, seng, magnesium dan kalsium.

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

google news icon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.