oleh

SE Pakai Baju Adat Madura untuk SD-SMP Dikeluhkan Wali Murid

PortalMadura.Com, Bangkalan – Surat Edaran (SE) Bupati Bangkalan, Madura, Jawa Timur, untuk memakai baju khas Madura dikeluhkan para wali murid.

SE tersebut berkaitan dengan peringatan hari jadi ke-488 bagi siswa SD dan SMP se-Kabupaten Bangkalan.

Salah seorang wali murid, Sulaiman menyampaikan, pemberitahuan penggunaan baju adat Madura bersifat dadakan.

Akibatnya, permintaan di pasaran meningkat sehingga harga beli melambung tinggi.

“Stok di pasaran terbatas dan harganya dari Rp 200 ribu naik menjadi Rp 350 ribu,” terangnya, Senin (21/10/2019).

Bahkan pihaknya kesulitan untuk mendapatkan baju adat Madura. Di sisi lain, bagi orang tua yang mempunyai dua anak bersekolah SD/SMP akan terbebani.

Loading...

Padahal hanya akan dipakai satu hari. Seharusnya, ada sosialisasi jauh hari sebelumnya, minimal satu bulan sehingga tidak terkesan mendadak.

“Akhirnya wali siswa memilih meliburkan anaknya ke sekolah pada hari jadi Bangkalan, Kamis 24 Oktober 2019,” kata pria yang memiliki dua anak.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Pemberdayaan Sekolah Dasar (SD), Dinas Pendidikan Bangkalan, Moh Ya’kub menjelaskan, Surat Edaran (SE) tersebut hanya himbauan.

“Ini himbauan, jika tidak bisa jangan dipaksakan, siswa ini gak bakal disuruh pulang jika tidak memakai baju adat Madura,” singkatnya.(*)


Penulis : Imron
Editor : Nurul Hijriyah

Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar