oleh

Sebagian Besar Warga Pantura Tak Miliki Akta Kelahiran

PortalMadura.Com, Pamekasan – Kepemilikan akta kelahiran di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur masih dianggap kurang penting. Utamanya, bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pantai utara (Pantura), seperti Kecamatan Pasean, Waru dan Kecamatan Batumarmar.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pamekasan, Herman Kusnadi menuturkan, dari 13 kecamatan di bumi Gerbang Salam, sebagian besar masyarakatnya tidak memiliki akta kelahiran didominasi di wilayah pantura. Hal itu disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat atas pentingnya akta dimaksud.

“Masyarakat itu menganggap dokumen kependudukan itu masih belum penting. Tapi ketika ada kebutuhan penting seperti sekarang, baru berbondong-bondong membuat akta kelahiran,” katanya, Sabtu (11/4/2015).

Namun, mantan sekretaris daerah (Sekda) itu tidak bisa menyebutkan jumlah yang pasti masyarakat di Kabupaten Pamekasan yang belum memiliki akta kelahiran. Hanya saja, jika dibandingkan dari semua kecamatan, pantura masih menempati posisi teratas.

“Tapi kalau sekarang sudah banyak yang mengurus akta kelahiran. Rata-rata setiap hari, saya menandatangani 150 sampai 200 akta kelahiran,” tandasnya.

Sementara itu, Busairi (25) warga Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean mengatakan, sosialisasi pemerintah pada tingkatan bawah masih belum maksimal. Tak heran, jika masih banyak yang belum mengurus akta kelahiran.

“Saya kira, sosialisasi dari pemerintah harus ditingkatkan agar masyarakat tidak apatis seperti sekarang. Kalau tetap begini jangan salahkan masyarakat,” ungkapnya dengan nada kecewa. (Marzukiy/choir)



Komentar