oleh

Sebelum Gantung Diri, Mahasiswa KPM Ini Dengarkan Musik

PortalMadura.Com, Pamekasan – Imam Hamidi (21), mahasiswa yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar mandi balai Desa Lenteng Kecamatan Proppo Pamekasan, Madura, Jawa Timur, saat menjalani Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dikenal dengan pribadi yang cerdas.

Menurut penuturan teman korban yang enggan disebutkan namanya, mahasiswa jurusan ekonomi syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan tersebut tidak memiliki masalah dengan teman-temannya, bahkan dia tidak pernah cerita tentang masalah yang dihadapi.

“Orangnya memang pendiam mas, kalau dengan kami di sini tidak punya masalah apa-apa,” tuturnya, Sabtu (5/8/2017).

Ia menuturkan, korban yang menjadi Koordinator Desa (Kordes) di desanya pada kegiatan KPM tersebut sebelum masuk ke kamar mandi mendengarkan musik dari handphone-nya. Bahkan, saat masuk ke kamar mandi pun ia membawa HP sembari mendengarkan musik.

“Jadi saya tidak curiga apa-apa,” ungkapnya.

Saat kejadian, dirinya sedang menanak nasi di dapur balai desa untuk persiapan sarapan pagi untuk teman-teman kelompoknya. Tetapi, karena korban tidak kunjung keluar dari kamar mandi, ia pun mulai curiga.

“Saat didekati, pintunya terkunci dari dalam. Diketuk tidak dibuka, sehingga saya minta tolong kepada teman-teman untuk didobrak pintunya. Ternyata setelah didobrak, dia (korban) dalam kondisi gantung diri,” terangnya.

Kapolsek Proppo, AKP M. Ali Akbar mengatakan, korban yang tercatat sebagai warga Desa Polagan Kecamatan Galis Pamekasan melaksanakan kegiatan KPM sejak tanggal 31 Juli lalu bersama 11 orang temannya, dengan rincian 6 mahasiswi dan 5 mahasiswa.

“Kami akan menyelidiki motifnya apa, karena berdasarkan keterangan teman-temannya, korban tidak punya masalah apa-apa sebelumnya. Memang sikap dari pada korban ini agak pendiam,” terangnya.

Korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar mandi balai desa menggunakan tali rafia. Korban menggunakan baju batik, hijau kombinasi putih dan memakai sarung. (Marzukiy/Putri)



Komentar