oleh

Sekda Bantah Monopoli Pengadaan Seragam Batik Siswa

SUMENEP (PortalMadura) – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Hadi Soetarto, membantah adanya tudingan monopoli pengadaan seragam batik untuk siswa SD, SMP, SMA dan SMK.

“Saya selaku penangggung jawab pengadaan seragam batik, telah melibatkan kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di ligkungan Sumenep. Jadi, tidak berdasar jika dikategorikan monopoli dalam proses pengadaan batik untuk siswa,” tegas Hadi, Rabu (9/10/2013).

Dia menjelaskan, jika semua UKM yang ada di Kabupaten Sumenep sudah diundang. Jumlahnya tidak sedikit yakni mencapai puluhan UKM yang dilibatkan. “Walaupun pengadan seragam batik itu tidak bersumber dari APBD, tetapi harus diatur dengan baik, sebeb dana yang dihzbiskan juga cukup besar,” terangnya.

Loading...

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa perubahan seragam bagi siswa sangat banyak manfaatnya. Misalnya, siswa dapat mengerti ciri dan karakter batik yang ada di Kabupaten Sumenep. Apalagi gambar yang akan dijadikan motif icon kota sumenep seperi gambar Labeng Misem.

Sementara untuk pengusaha atau UKM yang bergeraak dibidang industri batik bisa memotivasi untuk terus memproduksi benda yang menjadi kebanggaan Indonesia. “Pengusaha perlu dimotivasi untuk terus memproduksi batik,” pungkasnya.(udien/htn).



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar