oleh

Semarak Festival Kuliner, Dari Stan Etnik, Pernik Lampion Hingga Topeng Dalang

PortalMadura.Com, Sumenep – Sepanjang jalan Dr. Soetomo, Pajagalan atau sebelah timur Taman Bunga Potre Koneng Sumenep, Madura, Jawa Timur, disulap menjadi lokasi festival kuliner khas Madura.

Pagelaran yang merupakan rangkaian Visit Sumenep 2019 ini, sengaja dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, selama dua hari, Sabtu-Minggu (12-13/10/2019).

Pada festival kuliner ini, dikemas dengan sejumlah event, antara lain, Sumenep Heritage Culinary Festival (Sheculfest), festival dalang remaja (Topeng Dalang) dan Direct Promotion (promosi wisata melalui pelaku wisata).

Ada 68 stan, terdiri dari 56 stan bazar kuliner etnik dan 12 stan produk unggulan PKK Kabupaten Sumenep. Pernik-pernik lampion mewarnai pada malam pembukaan, Sabtu (12/10/2019).

Sedangkan festival topeng dalang, bertempat di Lapangan Kesenian Gotong Royong Sumenep yang lokasinya tidak jauh dari lokasi utama festival kuliner.

Semarak festival kuliner ini tersaji sejak awal dimulainya acara, berupa sajian tari-tarian tradisional dan modern-tradisional, alunan musik tradisional serta pelepasan kembang api sebagai tanda dibukanya kegiatan tersebut.

Bupati Sumenep, A Busyro Karim, menyajikan Kaldu Kokot dibantu istri, Nurfitriana Busyro (Foto. Nanik Dwi Jayanti/ @portalmadura.com)

“Ini dalam rangka melestarikan warisan budaya kuliner Sumenep, mengedukasi kepada masyarakat agar masyarakat mengurangi penggunaan plastik pada acara ini,” kata Bupati Sumenep, A Busyro Karim, pada pembukaan festival kuliner.

Penerapan pengurungan limbah plastik ditunjukkan dengan penggunaan stan kuliner etnik, bungkus makanan tidak menggunakan styrofoam dan kantong plastik, namun diganti dengan berbahan kertas (paper bag).

Menurut Bupati, untuk festival dalang adalah wujud keinginan pemerintah daerah agar tumbuh generasi baru, tidak hanya bagi yang tua-tua yang sering tampil di mana-mana untuk topeng dalang. “Kita ingin ada remaja-remaja, dan kita lombakan,” ucapnya.

Topeng Dalang khas Sumenep (Foto. Nanik Dwi Jayanti/ @portalmadura.com)

Dikatakan, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian kekayaan dari potensi Kabupaten Sumenep yang sudah dirasakan oleh semua masyarakat Sumenep.

Didampingi Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Nurfitriana Busyro memberikan resep Kaldu Kokot kepada Chef Juna Rorimpandey (Foto.
Nanik Dwi Jayanti/ @portalmadura.com)

Sementara, Staf Ahli Menteri Pariwisata RI Bidang Multikultural, Guntur Sakti, mengaku sangat takjub dengan kesatuan tiga kegiatan dalam satu event, terutama kampanye mengurangi pemakaian limbah plastik yang diusung.

“Saya tidak merasa ragu karena daya saing alam, budaya maupun kreativitas di sini sudah sangat luar biasa. Insya Allah Sumenep akan menjadi salah satu kabupaten yang menjadikan pariwisata sebagai leading sektor yang berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Forkompimda Sumenep dan undangan (Foto. Nanik Dwi Jayanti/ @portalmadura.com)

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Sumenep, A Busyro Karim itu, juga dipaparkan direct promotion wisata kepada para undangan dan masyarakat yang hadir.

Undangan yang hadir antara lain, Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Sekda Sumenep, Edy Rasyiadi, Forkopimda Sumenep, dan pimpinan OPD Sumenep.

Turut hadir, Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Nurfitriana Busyro Karim, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sumenep, Nia Kurnia Fauzi.

Selain itu, Staf Ahli Menteri Pariwisata RI Bidang Multikultural, Guntur Sakti dan Chef Juna Rorimpandey bersama rekannya Chef Budi dan pelaku usaha serta biro travel seluruh nusantara.

Dijadwalkan, Minggu (13/10/2019) akan ada penyajian 750 porsi Kaldu Kokot, lomba memasak beregu yang terdiri dari mertua dan menantu, lomba mewarnai untuk anak-anak usia dini serta workshop kuliner yang dipandu secara langsung oleh Master Chef Indonesia yakni Chef Juna Rorimpandey dan Chef Profesional yaitu Chef Budi.(*)


Penulis : Nanik Dwi Jayanti
Editor : Putri Kuzaifah

Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar