oleh

Semen Indonesia Akuisisi Holcim

PortalMadura.Com, Jakarta – PT Semen Indonesia mengumumkan telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli bersyarat (conditional sales and purchase agreement) mengambil alih 6.179.612.820 lembar saham setara 80,6 persen kepemilikan saham PT Holcim Indonesia senilai USD917 juta, ujar salah satu petinggi perusahaan tersebut, Selasa.

Direktur Utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso mengatakan langkah akuisisi dilakukan untuk menjaga performa perusahaannya sebagai market leader produk semen di Indonesia. Akuisisi juga memberikan tambahan kapasitas dan jangkauan geografis perseroan dan memperkuat ketahanan industri semen Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Dalam situasi Industri Semen Nasional yang semakin kompetitif, kombinasi antara Semen Indonesia dan Holcim Indonesia akan membuat foot print kami semakin besar dan kuat,” ujar Hendi dalam siaran persnya. dilaporkan Anadolu Agency, Selasa (13/11/2108).

Holcim Indonesia didirikan pada 1971 dan kemudian tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 1977. Sebanyak 80,6 persen sahamnya dikuasai oleh Holderfin BV yang dimiliki oleh Lafarge Holcim dan 19,4 persen sisanya dimiliki oleh pemegang saham publik. Pada 2017, perusahaan mencatat pendapatan sebesar Rp9,4 triliun.

Saat ini di Indonesia terdapat 15 perusahaan semen dengan kapasitas terpasang sekitar 107 juta ton per tahun, sebanyak 63 persen dari kapasitas (capacity share) tersebut dikuasai oleh pihak swasta dan pemain asing.

Menurut Hendi akuisisi ini akan memperkuat jaringan penjualan dan memperbanyak produk yang bisa ditawarkan bagi pelanggan.

Selain itu juga akan meningkatkan efisiensi khususnya biaya distribusi dan bahan baku, sekaligus memperkuat posisi bisnis ready mix dengan berbagai variasi produk.

Akuisisi ini menjadikan Semen Indonesia Group sebagai perusahaan semen terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan kapasitas 53 juta ton semen per tahun, kata Hendi.

Holcim Indonesia merupakan perusahaan semen terbesar ketiga di Indonesia yang memiliki empat 4 pabrik dengan kapasitas 14,8 juta ton per tahun dan 30 fasilitas ready-mix. Pabrik mereka ada di di Lhok Nga, Aceh; Cibinong, Jawa Barat; Cilacap, Jawa Tengah dan Tuban, Jawa Timur. Mereka juga mempunyai terminal distribusi di Sumatera dan Kalimantan.

Keuntungan lain bagi Semen Indonesia adalah Holcim telah menerapkan teknologi bahan bakar dari limbah yang dapat disinergikan secara luas di seluruh fasilitas Semen Indonesia Group, sehingga dapat semakin meningkatkan efisiensi biaya.

Menurut Handi, industri semen di Indonesia masih memiliki tingkat pertumbuhan yang prospektif dan menjanjikan. Prospek ini didukung oleh kelanjutan program investasi Pemerintah dan swasta, seperti Program Satu Juta Rumah, berbagai proyek infrastruktur Pemerintah, serta proyek properti yang dikembangkan oleh sektor swasta serta konsumsi retail. (AA)