PortalMadura.com – FC Porto sukses mencuri kemenangan krusial saat bertandang ke markas Stuttgart pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa. Bertanding di MPHArena, Jerman, pada Jumat (13/3/2026) dini hari WIB, tim raksasa Portugal itu menumbangkan tuan rumah dengan skor tipis 2-1.
Kemenangan tandang ini menjadi modal yang sangat berharga bagi anak asuh Francesco Farioli sebelum menjamu Stuttgart di kandang sendiri, Estádio do Dragão, pada leg kedua mendatang. Keunggulan agregat ini menempatkan FC Porto dalam posisi menguntungkan untuk lolos ke babak perempat final.
Eksperimen Farioli Berbuah Manis
Pelatih FC Porto, Francesco Farioli, mengambil keputusan berani dengan melakukan rotasi besar-besaran dalam susunan pemain intinya. Dibandingkan laga berat melawan Benfica sebelumnya, hanya kiper Diogo Costa, Alberto Costa, dan Jan Bednarek yang tetap dipertahankan sebagai starter.
Strategi pragmatis ini terbukti ampuh. Meski Stuttgart tampil agresif di awal laga dengan transisi cepat yang merepotkan pertahanan tamu, FC Porto justru mampu bermain lebih efektif dalam memanfaatkan kelengahan lawan.
Dua Gol Cepat di Babak Pertama
FC Porto membuka keunggulan melalui penyerang tajam mereka, Terem Moffi. Memanfaatkan umpan akurat dari Borja Sainz, Moffi sukses memperdaya pertahanan Stuttgart dan mengubah skor menjadi 1-0.
Tak butuh waktu lama bagi tim tamu untuk menggandakan keunggulan. Melalui skema serangan yang rapi, Zaidu Sanusi melepaskan umpan silang matang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Rodrigo Mora, membuat papan skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan FC Porto.
Perlawanan Tuan Rumah dan Drama VAR
Menjelang turun minum, Stuttgart berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Penyerang Deniz Undav mencetak gol balasan memanfaatkan bola muntah hasil antisipasi kurang sempurna dari lini belakang FC Porto.
Memasuki babak kedua, FC Porto harus kehilangan Terem Moffi yang ditarik keluar akibat cedera. Farioli memasukkan Pepê dan Victor Froholdt untuk menjaga penyegaran tim.
Stuttgart sempat bersorak ketika Angelo Stiller mencetak gol penyeimbang. Namun, gol tersebut dianulir oleh wasit setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR). Tiago Tomas dianggap berada dalam posisi offside dan mengganggu jalannya pertandingan saat gol terjadi. Skor 2-1 untuk keunggulan FC Porto bertahan hingga peluit panjang ditiupkan.
Zaidu Sanusi Pemain Terbaik
Bek kiri FC Porto, Zaidu Sanusi, terpilih sebagai pemain terbaik dalam pertandingan ini. Laporan pertandingan menyoroti kontribusi besarnya dalam menciptakan gol kedua FC Porto.
Sanusi dinilai tampil gemilang dengan kemampuan antisipasi yang baik, penetrasi yang merepotkan pertahanan lawan, serta memberikan umpan matang (assist) yang berbuah gol dari Rodrigo Mora.





