oleh

Soal Jual Beli Jabatan, Rektor IAIN Madura Sebut Mahfud MD Tak Akurat

PortalMadura.Com, Pamekasan – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Jawa Timur, Mohammad Kosim menyayangkan pernyataan Mahfud MD terkait jual beli jabatan rektor di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) TV One beberapa hari yang lalu.

Menurutnya, apa yang disampaikan Mahfud MD tidak semuanya benar, ada informasi yang tidak utuh dan bahkan sepihak disampaikan kepada masyarakat. Hal tersebut semestinya tidak terjadi, misalnya sebutan jabatan rektor harus membayar Rp 5 miliar dan lain-lain.

“Jadi begini, sebenarnya pak Mahfud itu banyak data yang salah, masa diminta 5 miliar, wong jabatan rektor itu gajinya 5 juta, kan gak masuk akal. Makanya kalau ke Madura saya ingin ketemu,” tegasnya, Kamis (20/3/2019).

Dikatakan, semestinya Mahfud MD mengkroscek kepada Kementerian Agama (Kemenag) RI supaya mendapatkan informasi yang seimbang. Sehingga apa yang disampaikan tidak menyesatkan masyarakat.

Loading...

“Kedua, beliau kan mendengar sepihak mestinya kroscek dulu dengan pihak Kementerian Agama Pusat baru dia akan mendapatkan informasi imbang,” tandasnya.

Dia menceritakan proses pemilihan untuk mendapatkan jabatan rektor tersebut melalui aturan seleksi yang berlaku. Tidak sembarang menunjuk atau memilih, berbeda dengan beberapa tahun lalu yang pemilihan rektor selesai di tingkat senat saja.

“Undang-undang itu sudah berjalan lama, kita ikut aturan saja, bahwa rektor itu dipilih oleh Menteri Agama bukan senat. Kalau dulu iya, senat yang memilih kemudian dilantik, sekarang enggak. Senat hanya memberikan penilaian kualitatif saja, hasilnya diserahkan ke pusat. Nah, oleh menteri ditunjuk pansel yang jumlahnya 6 sampai 7 orang. Itu yang menilai kita dibidang wawancara dan segala macam, hasilnya diserahkan ke menteri setelah itu menteri melantik,” pungkasnya.


Penulis : Marzukiy
Editor : Nurul Hijriyah
whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar