oleh

Stroberi, Si Buah Cantik yang Paling Kotor di Dunia Menurut Penelitian

PortalMadura.Com – Stroberi merupakan salah satu buah yang paling banyak disukai. Selain punya rasa yang khas, buah yang satu ini juga memiliki bentuk cantik. Sayangnya, menurut sebuah penelitian, stroberi dikategorikan sebagai buah yang mengandung residu pestisida dengan jumlah tertinggi.

Sebagaimana dalam sebuah laporan terbaru tentang residu pestisida, Kelompok Kerja Lingkungan (EWG) Amerika Serikat (AS) mengatakan, sebanyak 70 persen buah dan sayuran, yang ditanam secara konvensional, mengandung hingga 230 jenis racun kimia, salah satunya yaitu stroberi.

Tidak hanya stroberi, berdasarkan contoh produk pangan yang diuji oleh Departemen Pertanian AS, ditemukan bahwa bayam juga mengandung residu pestisida dengan jumlah tinggi.

Permukaan kulit dan bagian daging stroberi terbukti positif mengandung 20 jenis residu pestisida. Sedangkan pada bayam, jumlah tersebut naik hampir dua kali lipat, dibandingkan buah dan sayuran lain.

Menurut penelitian EWG, stroberi dan bayam menempati posisi puncak dari 12 buah dan sayuran dengan konsentrasi residu pestisida tertinggi, yang disebut ‘Dozen Drit‘. Keseluruhan daftar buah dan sayuran paling kotor tersebut, hampir serupa dengan analisa tahun 2017. Hal ini menandakan bahwa kualitas kesehatan tanaman pangan masih menjadi polemik serius di industri pertanian.

Penelitian ini sengaja tidak menyasar produk pangan yang ditanam secara organik, karena dianggap belum menjadi sektor konsumsi publik.

“Buah dan sayur konvensional adalah apa yang kita makan setiap harinya, baik ketika dimasak sendiri di rumah, atau menjadi bahan baku makanan yang kita beli di luar,” jelas salah seorang peneliti di EWG, Anthony Sanders.

Berikut ini daftar buah dan sayuran paling kotor di dunia:

1. Stroberi

2. Bayam

3. Nektarin

4. Apel

5. Anggur

6. Persik

7. Ceri

8. Pir

9. Tomat

10. Seledri

11. Kentang

12. Paprika

Lantas, seberapa bahaya paparan bahan kimia?. Menurut undang-undang federal yang terbit di AS pada 1996, mengamanatkan Environmental Protection Agency (EPA) untuk mempelajari dan mengatur penggunaan pestisida pada tanaman pangan. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir dampak buruk residu kimia terhadap kesehatan tubuh manusia.

Meski beberapa tahun terakhir, pengurangan pestisida pada tanaman pangan mulai turun signifikan, namun belum bisa menjamin 100 persen hilang dari buah dan sayur konvensional.

Bahkan, sebuah studi ilmiah terbaru menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara paparan pestisida, dan tingkat kesuburan yang rendah pada pria.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat hubungan antara paparan pestisida saat ini, dan efek kesehatan jangka panjang bagi manusia. Sementara itu, para peneliti menyebut buah dan sayur organik masih mungkin terpapar residu pestisida, meski jumlahnya cukup kecil.

“Jika tidak ingin mengolahnya secara matang, Anda bisa mengakali (buah dan sayuran) dengan mencuci bersih di cairan antiseptik khusus,” saran Sanders.

Adapun 12 produk tanaman pangan dengan kandungan residu pestisida paling rendah di dunia, sebagai berikut:

1. Alpukat

2. Jagung manis

3. Nanas

4. Kol

5. Bawang Bombay

6. Pepaya

7. Asparagus

8. Mangga

9. Terung

10. Kiwi

11. Kembang kol

12. Brokoli

Itulah beberapa buah dan sayuran yang paling kotor di dunia serta memiliki kandungan residu pestisida paling rendah. (liputan6.com/Salimah)


Komentar