oleh

Studi: Cium Aroma Makanan Bisa Bikin Tubuh Gemuk

PortalMadura.Com – Saat berkomitmen untuk melakukan diet ketat, mengontrol segala bentuk makanan yang bisa membuat tubuh gemuk tentu menjadi tuntutan yang harus dipenuhi agar program diet yang dijalankan bisa tercapai.

Dalam proses tersebut, terkadang sebagian orang tidak bisa menahan diri terhadap aroma makanan enak, apalagi kesukaannya. Tidak heran, mencium aroma itu menjadi salah satu pilihan dalam menikmati makanan, walaupun tidak secara langsung dikonsumsi. Padahal, penelitian menyebutkan bahwa hal itu tidaklah baik.

Lantas, apa salahnya mencium aroma makanan yang menggugah selera?. Ini penjelasan peneliti:

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas California, Berkeley, hal itu justru mengurangi aktivitas tubuh dalam pembakaran lemak, sehingga berisiko menyebabkan kegemukan.

Bahkan, aroma makanan yang cukup tajam mampu mempengaruhi metabolisme dan nafsu makan berlebih.

Hasil penelitian ilmiah yang dipublikasikan di jurnal Cell Metabolism itu menggunakan beberapa tikus percobaan yang dibagi menjadi tiga kelompok, yakni tikus dengan penciuman sangat sensitif, tikus dengan penciuman normal, dan tikus dengan penciuman yang tidak begitu peka.

Adapun obyek makanan yang diteliti adalah burger tradisional Amerika yang terdiri dari daging giling berlemak, garam, lelehan keju proses, serta bawang bombay segar. Total sajian burger tersebut dibuat sama rata untuk seluruh kelompok tikus percobaan.

Diketahui bahwa tikus dengan penciuman yang tidak begitu peka hanya mampu menaikkan 10 persen berat badannya.

Sedangkan tikus dengan penciuman normal mengalami kenaikan berat badan yang bervariasi, yakni di antara 10 hingga 40 persen, tergantung dari frekuensi makannya.

Adapun bagi kelompok tikus dengan penciuman tajam, tercatat kenaikan berat badan mencapai hampir 100 persen. Hasil penelitian tersebut menandakan bahwa aroma makanan, memang memengaruhi nafsu makan, sehingga tubuh merasa perlu asupan makanan segera.

Sebagaimana umum diketahui, penghalang proses pembakaran lemak pada tubuh salah satunya diakibatkan oleh kegiatan makan yang cepat dan tidak terorganisir.

Makan dengan cepat menyebabkan tubuh kesulitan menyerap nutrisi secara maksimal, namun di satu sisi membuat tubuh kebanjiran lemak yang tidak sebanding dengan alur kegiatan cerna. Alhasil, lemak pun menumpuk di dalam tubuh.

Ketika lemak menumpuk di dalam tubuh, namun kegiatan cerna tidak berjalan efisien, serta ditambah dengan kurangnya aktivitas gerak, maka risiko kegemukan berpotensi lebih besar menghampiri.

“Penelitian ini tidak bermaksud menghalangi manusia untuk mencium aroma makanan, namun lebih kepada mengingatkan bahwa aroma makanan mampu meningkatkan nafsu makan. Jika nafsu makan tinggi tersebut tidak terkontrol, maka risiko kegemukan pun kemungkinan besar menghampiri. Korelasinya di kedua hal tersebut,” jelas Ann McMohan, kepala penelitian terkait. (liputan6.com/Putri)