oleh

Stunting di Pamekasan Tertinggi Kedua Se-Jatim

PortalMadura.Com, Pamekasan – Angka kelahiran bayi stunting (anak-anak mengalami hambatan dalam pertumbuhan) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tergolong masih tinggi.

Dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan mencapai 44 persen atau 1.341 balita menderita stunting.

Data tersebut menunjukkan angka stunting di Pamekasan tertinggi kedua dari 38 kabupaten/kota Se-Jawa Timur.

Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Promkes-Pemas) Dinkes Pamekasan, Rizki Syamlan menjelaskan, tingginya angka stunting akibat minimnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga janin sejak dalam kandungan.

“Misalnya, kurangnya nutrisi penting dalam tubuh, seperti lemak, karbohidrat dan protein,” terangnya, Kamis (27/6/2019).

Menurutnya, sebagian orang tua juga masih ada yang belum memahami kasus stunting. Bahkan, menganggap jika gemuk merupakan tanda bahwa anak mereka sehat. Padahal, kegemukan di usia yang tidak wajar, merupakan gejala dari penyakit kurang gizi dan juga stunting itu sendiri.

Loading...

“Jadi stunting itu tidak hanya fokus pada fisik anak saja, karena ada ukuran ideal untuk bayi sesuai dengan usianya,” jelas Syamlan.

Orang tua harus intens memeriksakan balita ke Posyandu setempat. Selain itu, orang tua juga harus memerhatikan hal-hal penting seperti fasilitas kesehatan saat persalinan, pemberian Asi ekslusif pada bayi, cuci tangan pakai sabun dengan menggunakan air bersih yang mengalir, menggunakan jamban sehat dan makan buah dan sayur setiap hari.

Baca Juga : Presiden Madura United Instruksi Langsung Agar Timnya Menang Atas Persebaya

“Asupan bayi saat dalam kandungan harus diperhatikan,” paparnya.

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk menekan angka stunting di Pamekasan. Ia juga berharap ada kerja sama dari OPD terkait.

“Harus ada koordinasi dan komunikasi antar instansi terkait dukungan kebijakan dan regulasi untuk menurunkan stunting,” pungkasnya.(*)


Penulis : Hasibuddin
Editor : Putri Kuzaifah

Komentar