oleh

Subhanallah, Ini Keutamaan Orang Berilmu Menurut Alquran dan Hadis

PortalMadura.Com“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan, (QS. Al-Mujadilah : 11).

Ayat di atas menjelaskan tentang kewajiban seseorang untuk menuntut ilmu yang merupakan perintah langsung dari Allah SWT. Sebab, orang yang menuntut ilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah. Apalagi orang yang berilmu sudah pasti akan berbeda dengan orang tidak berilmu (bodoh). Orang berilmu juga lebih utama daripada orang bodoh.

Selain itu, orang yang berilmu selalu senantiasa dapat mengambil pelajaran dari kehidupan dan peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Bahkan, keutamaan orang berilmu cukup banyak. Namun, ada dua keutamaan yang kadang luput dari perhatian manusia, khususnya umat muslim, yaitu cara melihat dan dilihat.

Orang berilmu lebih banyak melihat sesuatu dari sisi positif. Dalam pandangannya tidak ada satu pun peristiwa di dunia ini yang sia-sia. Allah SWT berfirman: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (QS Ali Imran : 191).

Loading...

Tentu hal ini berbeda dengan cara pandang orang bodoh yang sering melihat sesuatu dari sisi negatif. Setiap peristiwa terkadang disikapinya dengan keluh kesah, caci maki, dan putus asa. Misalnya tumpukan sampah, adalah objek yang akan berbeda maknanya jika dilihat oleh orang bodoh dan orang berilmu. Orang bodoh akan melihatnya sebagai sesuatu yang menjijikkan. Mereka akan merespons objek tersebut dengan kemarahan.

Tidak hanya itu saja, terkadang kemarahan mereka tersebut diekspresikan dengan menyalahkan orang lain, khususnya yang berwenang mengurusnya. Jadi, sampah baginya bermakna buruk karena cara pandangnya yang negatif.

Hal ini berbeda dengan orang berilmu, mereka akan melihat sampah sebagai tumpukan uang. Dalam pikiran kreatifnya terbayang bahwa di belakang tumpukan yang kotor ada beragam potensi. Mulai dari potensi pupuk kompos, tenaga listrik, bank sampah, sampai asuransi sampah. Orang berilmu melihat sampah dengan sikap positif sehingga yang semula terlihat kotor dan menjijikkan diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Tidak hanya cara memandang kehidupan, keutamaan orang berilmu juga terdapat pada saat dipandang baik oleh Allah, manusia, maupun makhluk lainnya. Allah memandang orang berilmu sebagai makhluk mulia sehingga derajatnya akan diangkat ke tempat yang lebih tinggi.

Manusia dan makhluk lain pun melihat orang berilmu sebagai sosok mulia. Banyak di antara mereka yang merasa tenang, nyaman, dan tercerahkan ketika melihatnya dan dekat dengannya.

Maka dari itu, mereka selalu mengapresiasi keberadaannya dengan senantiasa mendoakan dan memohonkan ampun baginya. Sebagaimana yang dijelaskan oleh satu hadis: “Sesungguhnya para malaikat melebarkan sayapnya karena rida kepada orang yang menuntut ilmu. Sesungguhnya makhluk yang berada di langit dan di bumi sampai ikan paus yang di dalam lautan senantiasa memohonkan ampun (kepada Allah) bagi orang yang berilmu (‘alim)” (HR Abu Daud dan Tirmidzi). Wallahu A’lam. (republika.co.id/Salimah)




Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar