Ditinggal Takziah, Rumah Warga di Pulau Giliraja Sumenep Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp300 Juta!

Avatar of PortalMadura.com
Ditinggal Takziah, Rumah Warga di Pulau Giliraja Sumenep Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp300 Juta!
Ditinggal Takziah, Rumah Warga di Pulau Giliraja Sumenep Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp300 Juta!

Sumenep, PortalMadura.com – Bencana kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik warga di Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, madura, pada Kamis (11/6/2026) malam. Meski tidak memakan korban jiwa, peristiwa ini mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp300 juta.

Rumah yang rata dengan tanah tersebut diketahui milik Abdur Rahman (67), seorang warga yang tinggal di Dusun Kalompang, Desa Jate. Amukan si jago merah melalap habis seluruh struktur bangunan beserta harta benda di dalamnya.

Kapolsek Giligenting, AKP Mawardi, menjelaskan bahwa personelnya segera meluncur ke lokasi kejadian begitu menerima laporan darurat dari masyarakat setempat.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, insiden kebakaran ini pertama kali diketahui sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, istri pemilik rumah bernama Hasanah (54) bersama adiknya, Toyana (45), baru saja melangkah kaki ke halaman setelah pulang dari acara takziah di rumah tetangga.

“Ketika sampai di rumah, mereka terkejut melihat kobaran api sudah membesar dan membubung tinggi dari sisi timur bangunan,” kata AKP Mawardi saat memberikan keterangan pada Jumat (12/6/2026).

Sontak, kedua wanita tersebut berteriak histeris meminta pertolongan. Pekikan mereka langsung memicu kedatangan warga sekitar yang berbondong-bondong menuju lokasi untuk menjinakkan api.

Dua warga setempat, Buridin (67) dan Suwaris (68), memimpin aksi gotong royong bersama puluhan warga lainnya. Mereka bahu-membahu menyiramkan air dan pasir menggunakan peralatan seadanya guna melokalisasi pergerakan api.

Aksi cepat masyarakat kepulauan ini akhirnya membuahkan hasil positif. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sebelum sempat merembet ke pemukiman padat di sekitarnya.

“Berkat kesigapan dan kekompakan warga, api bisa dikendalikan dengan cepat sehingga tidak menjalar ke bangunan lain di sekitar tempat kejadian,” tambah Mawardi.

Dugaan Korsleting Listrik dan Total Kerugian

Pihak kepolisian menduga kuat bahwa petaka ini dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik pada instalasi rumah.

Akibat kebakaran yang begitu cepat membesar, korban tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga mereka. Seluruh isi rumah mulai dari struktur atap, lemari pakaian, tempat tidur, kulkas, meja kursi, perabotan dapur, hingga perhiasan emas hangus menjadi abu.

“Total kerugian material yang diderita korban diperkirakan menyentuh angka Rp300 juta,” tutur Kapolsek.

Pasca-kejadian, aparat kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi mata, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk langkah penanganan lebih lanjut.

Menanggapi peristiwa ini, AKP Mawardi mengimbau keras agar masyarakat lebih waspada terhadap kelaikan instalasi listrik di rumah masing-masing.

“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kami meminta masyarakat untuk rutin mengecek kondisi kabel dan jaringan listrik di rumah, terutama yang sudah berumur tua atau tidak standar, demi mencegah tragedi serupa terulang kembali,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses