oleh

Suhu Politik Internal Partai Demokrat Bangkalan Mulai Memanas

PortalMadura.Com, Bangkalan – Suhu politik di internal Partai Demokrat Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur mulai memanas.

“Tadi ketua menggelar rapat internal yang membahas tentang pembentukan SCOC, semacam panitia Muscab,” kata Sekjend DPC Partai Demokrat Bangkalan, Hasyim, Jumat (6/5/2016).

Dalam pejelasannya, sambungnya, ada perintah dari DPD. Namun, ketika ditanya siapa orangnya, “Pak ketua enggan menjawab,” terangnya.

Diduga ada agenda terselubung terkait pembentukan panitia pelaksana muscab (musyawarah cabang) yang dipercepat.

Padahal, SK pengurus DPC Demokrat Bangkalan sendiri baru berakhir pada Mei 2017.

Menurutnya, adanya intruksi tersebut sangat meragukan. Sebab, Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo, masih menjalani ibadah umroh.

“Saya menilai jangan-jangan ini adalah agenda terselubung. Idealnya Muscab digelar setelah Musda, kenapa Musda belum digelar sudah membahas Muscab. Kabarnya, muscab ini digelar bareng dengan Musda,” paparnya.

Hasyim mengaku tidak sepakat dengan langkah yang diambil Ketua DPC.

Rencana pembentukan SCOC dinilai tidak transparan dan terkesan ditutup-tutupi. Terbukti, tidak semua pengurus partai yang diundang dalam rapat.

Loading...

“Karena banyak yang tidak diundang tadi, makanya saya minta rapat ditunda besok. Saya menduga ketua sepertinya ada deal-deal tertentu dengan salah satu kandidat kuat. Saya menyebutnya hal semacam ini politik jual sapi,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengaku bukan tidak setuju dengan adanya muscab itu. Hanya saja dirinya menginginkan muscab digelar sesuai dengan mekanisme partai. Sehingga Demokrat bersih dan tambah maju.

“Saya tidak ada kepentingan dalam muscab, siapa yang menang nanti adalah pimpinan kami, saya menginginkan Demokrat besar dan maju. Bahkan, kami menargetkan Demokrat bisa menjadi Ketua DPRD Bangkalan dalam pileg nanti,” tukasnya.

Hal senada juga diucapkan Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Kokop, Agus Kurniawan.

Ia menyatakan, seharusnya rapat dihadiri semua pengurus dan transparan. Tidak boleh ada permainan, apalagi politik uang.

“Kami berharap pelaksanaan muscab sesuai dengan aturan partai yang ada. Saya menilai rapat tadi setengah illegal, karena hanya sebagian pengurus yang hadir,” ucap Ketua Fraksi Demokrat DPRD Bangkalan ini.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Bangkalan, Ismail Hasan, membantah jika pembentukan SCOC adalah terselubung. Ia menyatakan pembentukan SCOC perintah dari DPD Demokrat Jatim.

“Kita hanya melaksanakan perintah, tidak boleh membangkang. Besok diagendakan lagi dengan mengundang semua pengurus,” kilah Ismail.(lora/har)



whatsapp share top ten article
Loading...
Loading...

Komentar