oleh

Sumenep Tata Pasar Tradisional Bangkitkan Ekonomi Masyarakat Pedesaan

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sedang berupaya membangkitkan perekonomian masyarakat pedesaan melalui penataan pasar tradisional.

Salah satunya, Pasar Payudan Karangsokon, Kecamatan Guluk-Guluk, yang diresmikan Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Kamis (2/6/2016).

Awalnya, pasar tersebut terkesan kumuh dan tanpa ada penataan dan pengelolaan maupun bangunan kios permanen. Saat ini, sudah ada 27 kios yang dapat ditempati para pedagang.

Bupati Sumenep, A Busyro Karim mengingatkan, agar pasar tradisional yang sudah dibangun oleh pemerintah terus dijaga kebersihannya dan dikelola dengan baik.

“Bukan hanya pasar ini yang diresmikan, tapi sebelumnya juga ada delapan pasar yang sudah diresmikan. Maka, harus dijaga bangunan dan kebersihannya agar nyaman,” ujar Busyro saat sambutan.

Ia pun berharap, agar pemerintah desa bisa mengelola dengan baik dan jika perlu ada petugas khusus untuk menjaga kebersihan.

Loading...

“Kalau dikelola dengan baik dan ada petugas kebersihan yang dibayar, maka pasar tetap akan bersih. Para pengunjung maupun pedagang juga jangan sampai membuang sampah sembarangan,” ucapnya.

Salah seorang warga setempat, Sandy Tyas Mulyadi menilai tepat pembangunan pasar tradisional tersebut dilakukan di Pasar Payudan Karangsokon.

“Letaknya memang strategis, sebab jauh dari pasar induk kecamatan. Kalau ke arah timur jaraknya 8 km dan ke barat mencapai 7 km ke pasar yang lebih besar,” terangnya.

Dengan pembangunan pasar tradisional tersebut, ia yakin perekonomian masyarakat setempat dan desa tetangga akan melaju dengan cepat.

“Kalau sudah dibangun otomatis akan ada rangsangan dari warga luar desa untuk melakukan jual-beli di pasar itu. Maka akan ada dampak positif terhadap ekonomi warga setempat,” ungkapnya.

Pria ini juga menekankan agar pengelolaan pasar dilakukan secara transparan dan melibatkan warga yang peduli untuk kemajuan ekonomi masyarakat setempat.

“Misalnya, harus ada petugas kebersihan dan parkir, sehingga tidak kotor dan semrawut,” pungkasnya.(Harono)



Komentar