PortalMadura.com

Suporter Taretan Dhibi’ Cerita Kronologi Pengrusakan Bus Oleh Aremania

  • Senin, 5 September 2016 | 15:44
Suporter Taretan Dhibi’ Cerita Kronologi Pengrusakan Bus Oleh Aremania
Taretan Dhibi'
Loading...

PortalMadura.Com, Pamekasan – Para petinggi suporter Taretan Dhibi’ merilis kronologi tindakan pengrusakan terhadap sejumlah kendaraan oleh suporter Aremania yang terjadi di wilayah Singosari, Malang, Jumat (2/9/2016) malam.

Juru bicara Taretan Dhibi’, Sofian Lubis mengatakan, tindak provokasi oleh Aremania terjadi sejak di dalam Stadion Kanjuruhan saat Madura United bertanding melawan Arema Cronus. Terutama suporter yang ada di belakang Arema pada babak pertama.

“Yaitu dengan adanya aksi pelemparan batu setelah terjadinya gol balasan oleh Pablo. Dan sebagian Aremania berbaur dengan Taretan Dhibi’. Selanjutnya, terjadi usaha penyerangan dari beberapa Aremania di belakang gawang dan di tribun timur,” katanya, Senin (5/9/2016).

Dalam rilis yang bertempat di base camp Taretan Dhibi’ di Jalan Raya Panglegur Pamekasan itu menyebutkan, provokasi terus berlanjut saat Taretan Dhibi’ berada di dalam bus perjalanan pulang ke Madura usai pertandingan. Ketika pulang dari Stadion, para suporter Madura dikuntit dari belakang.

Baca Juga:  Rangkap Dua Jabatan Sekaligus, Legislator Pamekasan Ini Cuek Aja

“Mereka mengikuti kami dengan menggunakan sopeda motor, mereka sembari berteriak dengan kata-kata ‘Jancuk’. Tidak hanya itu, mereka juga melempari batu kearah bus,” katanya.

Dia mengaku aneh atas tindakan tidak terpuji Aremania, pasalnya saat terjadi pelemparan batu tersebut, polisi tidak bertindak apa-apa untuk menghalangi mereka agar tidak berlaku brutal. Padahal, saat peristiwa itu terjadi, polisi sedang mengawal suporter yang berhomes base di Pamekasan tersebut.

“Kejadian pelemparan ini sampai ke daerah Singosari, karena kesabaran suporter Taretan Dhibi’ sudah habis, maka kami berinisiatif untuk berhenti dan mengejar pelaku pelemparan,” tandasnya.

Para pelaku yang menggunakan costum Arema Cronus tersebut langsung lari ke daerah perkampungan warga. Tetapi, polisi justru membiarkan mereka tanpa tindak tegas apa-apa.

Baca Juga:  Pemain Madura United Mulai Terlihat Padu

“Memang sebelum kami pulang, ada salah satu suporter Arema di dalam Stadion bilang dan meminta kepada kami agar tidak pulang dulu karena bilangnya kondisinya belum aman. Dari ini kami curiga bahwa tindakan itu sudah direncanakan,” jelas dia.

Dia menuntut Aremania meminta maaf atas kejadian tersebut dengan mendatangi langsung ke base campe Taretan Dhibi’ di Kabupaten Pamekasan. Jika tidak, berarti Aremania tidak memiliki iktikad baik terhadap suporter Madura.

Adapun kendaraan yang rusak yang mengalami pecah kaca adalah dua bus, lima mobil mini bus, satu mobil pribadi jenis Avanza dan satu mobil yang dikendarai offial Madura United.(Marzukiy/choir)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional