PortalMadura.com

Surat Undangan Uji Kelayakan KI Sumenep Disinyalir Palsu

  • Selasa, 28 November 2017 | 22:40
Surat Undangan Uji Kelayakan KI Sumenep Disinyalir Palsu
Potongan surat yang disinyalir palsu

PortalMadura.Com, Sumenep – Surat undangan uji kelayakan bagi calon Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep berkop Kantor DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga palsu.

Pasalnya, surat yang ditanda tangani Ketua DPRD Sumenep, H. Herman Dali Kusuma dengan agenda fit and proper test calon KI tanggal 29 November 2017 pukul 09.00 WIB tidak masuk dalam keputusan Rapat Pimpinan (Rapim) DPRD Sumenep.

Bahkan, disinyalir tanda tangan Ketua DPRD Sumenep, H. Herman Dali Kusuma tersebut dipalsukan atau hasil proses scanner.

Wakil Ketua DPRD Sumenep, Moh Hanafi mengaku sudah melakukan klarifikasi pada ketua dewan dan menyatakan tidak ada surat tentang itu.

“Pada saya menyampaikan, bahwa tidak pernah ada surat,” terang Hanafi, pada PortalMadura.Com, Selasa (28/11/2017) malam via telepon.

Bahkan, ia menegaskan, ditingkat pimpinan DPRD Sumenep juga tidak pernah ada pembicaraan tentang KI selama proses pembahasan Raperda. “Para pimpinan dewan berpendapat, biar fokus dulu ke Raperda,” ujarnya.

Sedangkan KI, sambungnya, sifatnya tidak mendesak. Artinya, untuk kelanjutan KI itu setelah Raperda. Dan bisa dilakukan pada bulan Desember atau Januari 2018.

Politisi Demokrat ini menjelaskan, untuk surat keluar atas nama institusi, semuanya dari Pimpinan DPRD dan ditandatangani oleh salah satu pimpinan dewan yang sudah melalui proses rapat pimpinan terlebih dahulu.

“Jadi, kalau memang benar surat itu tanpa sepengetahuan ketua dewan atau dipalsukan, kan sudah jelas statusnya, cacat hukum. Di tingkat pimpinan dewan juga masih fokus terhadap pembahasan Raperda,” tandasnya.

Sementara, Ketua DPRD Sumenep, H. Herman Dali Kusuma mengaku tidak tahu soal surat undangan tersebut. “Saya tetap merujuk pada hasil rapat pimpinan, bahwa sekarang fokus pada pembahasan Raperda. Kalau memang benar ada (surat undangan, red) pasti ada konsekwensinya,” tandas politisi PKB ini, tanpa menyebutkan konsekwensi dimaksud.

Hasil penelusuran PortalMadura.Com, salah satu calon KI Sumenep menerima surat undangan yang diduga palsu tersebut. Dalam surat itu disebutkan acara fit and proper test calon Komisi Informasi di ruang Rapat Komisi I DPRD Sumenep, pukul 09.00 WIB, tanggal 29 November 2017.(Hartono)

Loading...
Advertisement
Iklan Murah

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional