oleh

Tahun 2019, SMPN 1 Sumenep Full Terapkan Digital School

PortalMadura.Com, Sumenep – Penerapan sistem pembelajaran digital (digital school) di tingkat sekolah menengah pertama di lingkungan Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, disambut baik oleh SMPN 1 Sumenep.

Bahkan, salah satu sekolah favorit yang beralamatkan di Jalan Payudan Barat No.7, Kota Sumenep ini memastikan seluruh Mata Pelajaran (Mapel) dari kelas VII-IX menggunakan digital school sesuai dengan karakteristik mapel masing-masing pada tahun 2019.

“Digital school ini sebenarnya sudah diterapkan SMPN 1 sejak tahun kemarin, tapi masih beberapa mapel saja. Tahun ini, kami akan melaksanakan digital school dari semua tingkatan. Kelas tujuh sampai kelas sembilan,” kata Kepala SMPN 1 Sumenep, Syaiful Rahman Dasuki, pada PortalMadura.Com, Rabu (26/6/2019).

Persiapan sarana dan prasarana SMPN 1 Sumenep dalam penerapan digital school, diakui Syaiful Rahman Dasuki tidak ada masalah. “Sudah sangat memungkinkan, karena sudah ada empat ruang komputer. Dan terdapat 40 unit komputer setiap ruangnya. Total 160 unit komputer,” sebutnya.

Bahkan, tahun kemarin, siswa SMPN 1 Sumenep juga ada yang sudah membawa laptop ke sekolah untuk digital school. “Berjalan baik dan tidak ada masalah,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, penerapan digital school harus disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan atau setiap konsep mata pelajaran.

“Yang dominan itu tentu mapel yang berpotensi pada pengetahuan (kognitif). Misalnya, Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA. Yang sangat mungkin juga mapel IPS,” ucapnya.

“Kalau seni kan gak bisa diukur dengan digital school, tapi kan pada kreatifitas atau skill. Baik psikomotorik kasar maupun halus,” sambungnya.

Loading...

Pihaknya memahami, digital school dapat dipandang sebuah aplikasi. “Yaitu, aplikasi komputer yang memediasi pembelajaran di kelas berbasis komputer dengan jaringan offline (tidak online). “LAN-nya itu bisa wifi atau kabel, sehingga peserta didik tidak perlu memiliki paket data,” jelasnya.

Dengan jaringan offline yang servernya langsung ke guru mapel masing-masing, maka peserta didik tidak dapat berselancar di internet. Mereka juga dapat men-download mapel secara offline. “Kalau bisa berselancar kan yang dipikirkan efeknya. Bisa saja peserta didik bebas berselancar di internet jika tidak offline,” katanya.

Kelebihan dari digital school, selain sebagai sumber belajar yang efektif bagi siswa dan dapat men-download tanpa paket data, juga dapat menekan anggaran sekolah, karena tidak banyak menghabiskan kertas.

SMPN 1 Sumenep juga menerapkan aplikasi yang memungkinkan antara guru dengan siswa dapat berinteraksi dari rumah, misalnya ada Pekerjaan Rumah (PR). “Jadi, kita bisa kapan saja melaksanakan proses melajar mengajar dengan siswa. Grup WhatsApp setiap guru mapel juga sudah berjalan,” terangnya.

Persiapan SDM

Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep mulai mengenalkan format digital school kepada para guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan menggelar workshop selama sepekan, terhitung sejak 24-30 Juni 2019.

Terdapat 10 SMP di Sumenep yang dijadikan pilot project (proyek percontohan) pada program digital school tersebut. Salah satunya adalah SMPN 1 Sumenep.

Pihak SMPN 1 Sumenep sendiri mengirimkan 10 guru mata pelajaran, dua orang tenaga Tata Usaha (TU) dan satu orang Bimbingan dan Konseling (BK).

Workshop untuk persiapan SDM sudah dan sedang berlangsung di gedung gugus Pandian,” terang Kepala SMPN 1 Sumenep, Syaiful Rahman Dasuki.

“Nantinya, yang guru mapel, ya tentang mapelnya, BK ya ke BK-annya dengan menggunakan media digital, termasuk yang tenaga TU,” pungkasnya.(*)


Penulis : Hartono
Editor : Hartono

Komentar