oleh

Tebar Orang Gila, Isu Penculikan Anak Landa Madura

PortalMadura.Com, Sumenep – Isu penculikan anak semakin marak di pulau garam Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Hari ini, Kamis (16/3/2017), isu penculikan anak kembali mencuat di Desa Tamedung, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep. Seorang wanita kembali diamankan oleh warga.

Ternyata, bukan penculik anak seperti yang dibayangkan dan ditakuti. Ia merupakan warga tetangga desa yang selama ini dikenal kurang waras alias gila.

Perempuan itu, inisial H (18). “Orang gila itu. Warga memang banyak yang datang untuk melihat yang diisukan pelaku penculik anak,” katanya pada PortalMadura.Com, via telepon.

Kehadiran orang gila yang dikabarkan penculik anak di daerah tersebut menyedot perhatian warga Kecamatan Batuputih.

Ratusan warga datang ke lokasi. Seperti dari Desa Juruan Laok, Juruan Daya, Badur, Tengedan dan desa tetangga lainnya.

“Isu pelaku penculikan anak yang hari ini, sama dengan yang kemarin. Semuanya orang gila,” ujar Arif warga setempat.

Dikatakan, maraknya isu penculikan anak cukup meresahkan warga. Bahkan, menjadi viral di media sosial. Namun, tak satupun yang terbukti.

“Ini kayak ada unsur kesengajaan, orang gila ditebar kemana-mana dengan kemasan isu penculikan anak,” katanya.

Loading...

Data yang dihimpun PortalMadura.Com, isu penculikan anak yang menyebar di tengah kehidupan masyarakat Sumenep, pernah terjadi di wilayah Kecamatan Pragaan.

Di daerah perbatasan Sumenep-Pamekasan itu, diamankan seorang pria dan ternyata orang gila.

Kasus kedua, muncul isu penculikan anak di wilayah hukum Batang-batang dengan sasaran dua anak yang sedang ada di sawah bersama orang tuanya. Isu ini juga tidak terbukti.

Sore harinya, isu penculikan anak terjadi di wilayah hukum Kecamatan Ganding. Bahkan, seorang pria menjadi korban pemukulan warga. Ternyata juga orang gila.

Hari ini, kembali muncul isu di dua lokasi berbeda, yakni wilayah hujum Batang-batang ean Guluk-guluk. Dan kembali tak terbukti dan ujung-ujungnya juga orang gila.

Sementara, Kepala Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinora memastikan, tidak ada penculikan anak di wilayah hukum Sumenep.

“Untuk kasus di Batang-batang, kesimpulan sementara kemungkinan anak tersebut ingin mendapatkan perhatian lebih dari pihak lain,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Joseph Ananta Pinura, Kamis (16/3/2017).

Menurut Pinora, kalau benar-benar terjadi penculikan dipastikan akan memberlakukan hukum yang berlaku bagi pelakunya. Sebab, penculikan anak itu menyangkut jiwa manusia.

“Kalau memang terjadi penculikan, kami akan kejar pelakunya dan akan terapkan hukum yang berlaku,” ucapnya.(Hartono)




Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar