oleh

Temukan Obat Hampir Kadaluwarsa, Dewan Curigai Permainan Anggaran

PortalMadura.Com, Pamekasan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mencurigai adanya permainan anggaran menyusul ditemukannya obat-obatan yang hampir kadaluwarsa di Puskesmas Larangan.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Sahur Abadi mengatakan, pihaknya menduga pengadaan obat-obatan di setiap Puskesmas yang dihandle langsung oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan sarat dengan permainan. Mengingat, obat yang ditemukan hampir kadaluwarsa tersebut merupakan pengadaan tahun 2016.

“Karena tambah pendek masa expired itu, maka tambah murah. Makanya, kami akan terus mengecek ke setiap Puskesmas,” tegasnya, Jumat (31/3/2017).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menambahkan, anggaran pengadaan obat di Dinkes untuk setiap Puskesmas sangat besar, yakni mencapai Rp 2 miliar lebih setiap tahun. Oleh karena itu, pihaknya bermaksud untuk meminta laporan Puskesmas mulai tahun 2015 hingga tahun 2017 perihal pengadaan obat tersebut.

Loading...

“Nanti kami akan mencoba untuk disesuaikan dengan kebutuhan Puskesmas, silahkan lakukan pembelanjaan di Puskesmas masing-masing. Tidak usah masuk ke Dinkes,” pungkasnya.

Baca: Dewan Pamekasan Temukan Obat Hampir Kedaluwarsa di Puskesmas

Rabu (29/3/2017), Komisi IV DPRD Pamekasan melakukan sidak ke sejumlah Puskesmas, hasilnya para wakil rakyat itu menemukan obat yang jatuh tempo kadaluwarsanya pada bulan April 2017, bahkan ada pula yang sudah tinggal satu hari. Yaitu di Puskesmas Larangan Pamekasan.

“Kejanggalannya adalah, kalau pengadaannya tahun 2016, kenapa masa expired itu hanya satu tahun. Kejanggalan ini yang akan kami tindaklanjuti nanti,” tegasnya. (Marzukiy/Putri)



Komentar