oleh

Tenaga Surya, Sumber Energi dengan Pertumbuhan Tercepat pada 2020

PortalMadura.Com, Ankara – Tenaga surya bisa menjadi sumber energi yang paling cepat berkembang di Uni Eropa pada 2020 menyusul keputusan Komisi Eropa (EC) untuk mencabut tarif perdagangan impor panel surya dari China, Sun Investment Group mengatakan pada Kamis.

Eropa bisa mulai menuai manfaat dari tarif yang dicabut hanya dalam beberapa minggu karena harga panel surya di Eropa bisa turun sebanyak 30 persen, kata perusahaan itu.

Loading...

Uni Eropa berusaha untuk memenuhi target energi terbarukan 2020 dengan mendorong negara-negara anggota untuk memiliki 15 persen dari total konsumsi energi dari sumber terbarukan.

Target untuk tahun 2030 juga telah ditetapkan untuk memperluas persentase dari energi terbarukan ini dalam bauran energi hingga 32 persen.

Para ahli percaya keputusan itu akan membantu mengakhiri perang dagang dengan Beijing dan menggambarkannya sebagai “momen yang menentukan bagi energi surya Eropa.”

“Seluruh sektor Fotovoltaik (PV) akan mendapat banyak manfaat dari perubahan ini. Energi surya telah menjadi energi yang paling kompetitif di Eropa Selatan,” Deividas Varabauskas, Direktur Utama Sun Investment Group mengatakan, menambahkan bahwa pencabutan tarif sudah lama tertunda. dilaporkan Anadolu Agency, Jumat (7/9/2018)

Varabauska menekankan bahwa dengan meningkatnya biaya hak emisi CO2 dan dengan pengurangan biaya panel surya, tenaga surya kemungkinan besar akan menjadi bentuk energi yang paling kompetitif di sebagian besar Uni Eropa pada tahun 2020.

Dia memuji keputusan Komisi Eropa untuk mencabut Harga Impor Minimun (MIP) yang dilakukan pada 3 September sebagai keuntungan bagi investor, konsumen dan pembuat kebijakan.

MIP akan langsung membuat harga panel surya lebih rendah, yang berarti bahwa tenaga surya akan menjadi bentuk energi yang lebih menarik karena penghematan biaya, ia menegaskan.

Tarif yang dicabut atas impor panel surya China ke Uni Eropa juga akan menyebabkan peningkatan investasi dalam industri energi surya. Peningkatan permintaan instalasi surya akan mengarah pada penciptaan lapangan pekerjaan baru untuk investasi, konstruksi, dan pemeliharaan pembangkit listrik tenaga surya, lanjutnya.

“Pada 2013 Komisi Eropa memberlakukan tarif hingga 64,9 persen dari harga asli panel surya yang diimpor dari China, setelah menuduh Beijing menjual panel bersubsidi di bawah biaya di Eropa,” jelas perusahaan itu.

Tarif tersebut dikenakan untuk melindungi produsen panel surya Eropa, yang pada saat itu menghadapi kehilangan 25.000 pekerjaan sebagai akibat dari impor China yang lebih murah. (AA)