oleh

Terduga Teroris Penyerang Polsek Wonokromo Jarang Pulang ke Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Terduga teroris Imam Musthofa (30) yang melakukan aksi penyerangan di Mapolsek Wonokromo, Surabaya, Sabtu sore (17/8/2019) jarang pulang kampung.

Imam Musthofa memang benar berasal dari Dusun Karang Jati, RT 1/ RW 4, Desa Talaga, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Minggu pagi, 18 Agustus 2019, PortalMadura.Com berusaha menggali informasi dari warga Desa Talaga, Kecamatan Ganding, Sumenep.

Imam Musthofa memang dikenal oleh warga, namun dapat dibilang belum berkecimpung di tengah kehidupan masyarakat setempat. Ia jarang pulang kampung.

Terakhir kali terlihat oleh warga, Imam Musthofa pulang menjelang keberangkatan orang tuanya yang akan berangkat untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini.

Itupun tidak lama. Warga sekitar rumah Imam Musthofa hanya melihat sekitar tiga hari. Lalu berangkat kembali ke tempat kerjanya di Surabaya.

Warga tidak banyak tahu bagaimana kehidupan sehari-hari Imam Musthofa di Desa Talaga. Sebab, sekitar 9 tahun lalu sudah kerja ke luar daerah.

Semenjak keluar dari salah satu pondok pesantren modern di Sumenep, hanya sekitar enam bulanan di rumahnya. Ia cepat-cepat menikah dan berangkat kerja.

Warga juga tidak banyak tahu sepak terjang istri Imam Musthofa. Ia pakai cadar, pakai sarung tangan dan kaus kaki. Dan sulit untuk mengetahui wajah aslinya.

Pihak aparat kepolisian Sumenep juga mengaku masih kesulitan untuk mendalami sepak terjang pelaku penyerangan Mapolsek Wonokromo tersebut.

Loading...

Kedua orang tuanya sedang melaksanakan ibadah haji. Dijadwalkan untuk kelompok terbang (kloter) 06 diperkirakan sampai di Juanda Surabaya, Senin, 19 Agustus 2019 sekitar pukul 09.00 WIB.

Sedangkan kloter 07 dijadwalkan tiba di Bandara Juanda Surabaya pada, Selasa, 20 Agustus 2019 sekitar pukul 08.00 WIB.

Aparat kepolisian Sumenep menyebutkan, adik kandung dari pelaku penyerangan Mapolsek Wonokromo, Surabaya juga masih aktif sebagai santri di mana kakaknya memulai menimba ilmu sekitar tahun 2004 silam.

“Warga tidak banyak tahu (Imam Musthofa), memang sempat pulang sebelum orang tuanya berangkat naik haji,” terang Kapolsek Ganding, Sumenep, Iptu Suhaeri dihubungi wartawan.

Melansir dari kompas.com, awalnya Imam Musthofa tiba-tiba masuk ruang SPKT Polsek Wonokromo pukul 16.45 WIB, Sabtu sore (17/8/2019).

Pelaku diterima petugas jaga Aiptu Agus Sumarsono karena mengaku hendak membuat laporan.

Saat polisi menyiapkan berkas laporan, pelaku tiba-tiba menyerang menggunakan senjata tajam.

Petugas jaga mengalami luka di tangan, kepala dan pipi bagian kiri.

Perkembangannya, pelaku diperiksa tim Densus 88. Istri dan tiga anak pelaku dijemput polisi dari rumah kosnya.

Selama ini, pelaku menempati sebuah kos di permukiman padat penduduk di Jalan Sidosermo IV Gang 1, Nomor 10A Surabaya.

Imam Musthofa yang dikenal dengan sapaan Ali di lokasi rumah kosnya, diduga jaringan ISIS.

Barang bukti yang diamankan polisi, antara lain, Sajam, celurit, ketapel, anak ketapel, air soft gun dan ditemukan lambang ISIS.(*)


Penulis : Hartono
Editor : Hartono

Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...

Komentar