PortalMadura.com – Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah laporan mengejutkan baru-baru ini mengungkap adanya intervensi rahasia oleh jajaran petinggi keamanan Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Donald Trump.
Mereka dilaporkan secara diam-diam meneruskan ‘pesan peringatan tertutup’ kepada pejabat tinggi Iran, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.
Langkah darurat ini diambil setelah intelijen AS mendeteksi adanya rencana operasi pembunuhan terhadap kedua negosiator inti tersebut oleh militer Israel.
Intervensi ini bertujuan untuk mencegah destabilisasi lebih lanjut dan mempertahankan kesepakatan damai sementara yang krusial.
Kesepakatan yang ditandatangani pada 8 April tersebut, sejauh ini berhasil menekan laju eskalasi konfrontasi bersenjata antara koalisi AS-Israel melawan Iran.
Washington Khawatir Eskalasi Konflik
Menurut pemberitaan New York Times yang dirilis ulang oleh Times of Israel pada Minggu (5/7/2026), ancaman likuidasi fisik terhadap elemen elite Teheran ini mulai berembus kencang hanya berselang beberapa pekan semenjak kesepakatan damai sementara diteken.
Seorang sumber menyebutkan,







